Wednesday, March 29, 2006

Laut, Langit, Matahari & Garis Cakrawala



Cool isn't it, hmm.. :)

Tuesday, March 28, 2006

ie & firefox

blog ini jika dilihat dengan menggunakan ie lumayan rapih, tapi kalo dilihat pake mozilla firefox jadi berantakan :D. kapan-kapan dibenerin lagi.

~aneh

Thursday, March 23, 2006

Sedikit tulisan

(mode sok tahu : ON)

Paradigma berpikir

Terkadang ketika kita menghadapi sebuah hal, tanpa banyak tahu mengenai hal tersebut kita bisa memberikan judgement, wajar saja, tidak bisa disangkal juga bahwa sesuatu yang telah kita lakukan tersebut terkadang tidak sesuai dengan yang kita kira sebelumnya, nah di sinilah letak paradigma diposisikan, alangkah baiknya sebelum kita memberikan judgment dan melakukan penyikapan, sejauh mungkin kita memposisikan diri pada berbagai "pos" (individu, keadaan, waktu, tempat dan sebagainya), dengan begini mudah-mudahan didapatkan sudut pandang yang berbeda dan pada akhirnya bisa memberikan alternatif penyikapan yang berbeda pula pada hal-hal yang dihadapi.


Kondisi Cuaca

Dalam minggu terakhir ini, angin benar-benar semarak, (AFAIK) dari pengamatan gue, angin bergerak dari arah barat daya-barat-barat laut ke timur, jika posisi kita berada di Jakarta, daerah arah mata angin tersebut terhadap Indonesia, vegetasi yang ada merupakan hutan hujan tropis, sama halnya untuk Indonesia terhadap Asia, mungkin ini penyebab curah hujan yang cukup tinggi. Ada hal yang menyenangkan setelah hujan, jika hujannya terjadi di siang-sore hari, biasanya langit di malam hari benar-benar cerah, dengan begini benda-benda langit bisa terlihat lebih jelas dibanding hari biasanya, seperti malam ini, bintang-bintang di daerah langit barat bertaburan, sangat menarik. Di sisi lain, ada juga yang tidak menyenangkan, bencana banjir, di daerah perkotaan maupun pedesaan tidak lepas dari masalah yang satu ini.


(mode aneh : ON)

Blog-Ku Sayang Blog-Ku Malang

Gue sedang memahami si blog nih, jarang diisi dan terkesan tidak terurus, tapi untungnya si blog ngga rewel dan bawel sih atau sampai bersikap manja dengan merengek-rengek, dari tulisan di atas (paradigma berpikir) mungkin si blog sudah sampai pada pemahaman alternatif dalam bersikap, jadi dia ngga terlalu banyak menuntut tuannya, paling tidak dia bisa memposisikan diri 'cuti' untuk menampilkan tulisan tuannya tanpa memiliki batas waktu yang ditentukan, santai aja ya, yang ngerti kan cuma kau dan aku :D.


Penutup

Sepertinya gue terlalu sok tahu :D

mode sok tahu : OFF
mode aneh : OFF

Monday, March 13, 2006

Pengobral Dosa

Iwan Fals - Pengobral Dosa

Di sudut dekat gerbong yang tak terpakai
Perempuan ber make-up tebal dengan rokok di tangan
Menunggu tamunya datang

Terpisah dari ramai
Berteman nyamuk nakal dan segumpal harapan
Kapankah datang tuan berkantong tebal

Reff:
Habis berbatang-batang tuan belum datang
Dalam hati resah menjerit bimbang
Apakah esok hari anak-anakku dapat makan
Oh Tuhan beri setetes rezeki

Dalam hati yang bimbang berdoa
Beri terang jalan anak hamba
Kabulkanlah Tuhan

comment: ironi bos ..

Wednesday, March 08, 2006

Puisi (J) Kaim

Jenis : Puisi
Untuk seorang teman : Musafir

(J) Kaim ?
Kamu memang aneh..
Kau musafir sih.. (begitu kata temenya maman)
Padahal, aku sedang tidak punya ide untuk menulis ..
Lagipula moodku entah tersimpan dimana (lupa) ..
Lalu... dengan kata-kata itu kau menikamku ..
Ugh.. terasa sakit, kamu bilang aku (J) Kaim ?
Malet Banges seh..

Ketika matahari terbit, bunga-bunga bermekaran
Lalu aku lihat di taman..
Ada yang putih dan ada yang merah ..
Setiap hari ku siram semua ..
Mawar melati semuanya indah .. (horee !!)

Ketika matahari tenggelam, burung camar kembali ke sarang
Ikan lumba-lumba beristirahat, Ikan-ikan kecil bergegas pergi mencari plankton
Koala aktif di malam hari dan bobo di siang hari
Mengapa begini ?, Mengapa begitu ?, banyak pertanyaan di dunia ini

Wahai musafir, terima kasih ya sudah menyemangati ..
Saya benar-benar menghargainya, walaupun kamu benar-benar sotoy ..
Btw, Kamu suka sotoy apa ?
Kalo aku sotoy babat (jeruk nipisnya yang banyak) .. kamu ?

Tuesday, February 14, 2006

Komunitas Terdidik: Belajar dari Jepang



Posted in Management by Romi Satria Wahono on the February 7th, 2006

Opini kecil, yang saya tulis sewaktu masih tinggal di Jepang. Pernah dimuat di kolom Opini, Surat Kabar Republika, tanggal 15 Juli 2002.

Tiada hari terlewatkan tanpa membaca surat kabar Indonesia melalui Internet. Di sana-sini bermunculan berita mengenai rusaknya moral dan carut marutnya kepribadian masyarakat Indonesia, layaknya sebuah bangsa yang tidak terdidik. Dan kerusakan ini secara signifikan dan menyeluruh melanda berbagai golongan masyarakat Indonesia, dari pejabat atas, menengah sampai rendah, dari anggota DPR sampai menular ke masyarakat umum. Kemudian kalau kita menyimak berita-berita Internasional, sudah menjadi hal yang lazim, bahwa Indonesia selalu memenangi kontes-kontes internasional yang berhubungan dengan sifat buruk. Dari masalah besarnya jumlah korupsi, pelanggaran HAM, pembajakan software, sampai rendahnya masalah sumber daya manusia (SDM).

Pada tulisan ini, penulis mencoba menguraikan tentang bagaimana sebuah komunitas terdidik (knowledged community) dan beradab itu sebenarnya bisa terbentuk dari sesuatu hal yang sangat sederhana.

Dari mengamati perilaku kehidupan masyarakat Jepang, sebenarnya tergambar bagaimana sebuah komunitas terdidik terlahir dari suatu sifat dan sikap yang sederhana. Yang pertama mari kita lihat bagaimana orang Jepang mengedepankan rasa “malu”. Fenomena “malu” yang telah mendarah daging dalam sikap dan budaya masyarakat Jepang ternyata membawa implikasi yang sangat luas dalam berbagai bidang kehidupan. Penulis cermati bahwa di Jepang sebenarnya banyak hal baik lain terbentuk dari sikap malu ini, termasuk didalamnya masalah penghormatan terhadap HAM, masalah law enforcement, masalah kebersihan moral aparat, dsb.

Bagaimana masyarakat Jepang bersikap terhadap peraturan lalu lintas adalah suatu contoh nyata. Orang Jepang lebih senang memilih memakai jalan memutar daripada mengganggu pengemudi di belakangnya dengan memotong jalur di tengah jalan raya. Bagaimana taatnya mereka untuk menunggu lampu traffic light menjadi hijau, meskipun di jalan itu sudah tidak ada kendaraan yang lewat lagi. Bagaimana mereka secara otomatis langsung membentuk antrian dalam setiap keadaan yang membutuhkan, pembelian ticket kereta, masuk ke stadion untuk nonton sepak bola, di halte bus, bahkan untuk memakai toilet umum di stasiun-stasiun, mereka berjajar rapi menunggu giliran. Mereka malu terhadap lingkungannya apabila mereka melanggar peraturan ataupun norma yang sudah menjadi kesepakatan umum.

Hal menarik berikutnya adalah bagaimana orang Jepang berprinsip sangat “ekonomis” dalam masalah perbelanjaan rumah tangga. Sikap anti konsumerisme berlebihan ini nampak dalam berbagai bidang kehidupan. Sekitar 8 tahun yang lalu, masa awal-awal mulai kehidupan di Jepang, penulis sempat terheran-heran dengan banyaknya orang Jepang ramai belanja di supermarket pada sekitar pukul 19:30. Selidik punya selidik, ternyata sudah menjadi hal yang biasa bahwa supermarket di Jepang akan memotong harga sampai separuhnya pada waktu sekitar setengah jam sebelum tutup. Seperti diketahui bahwa Supermarket di Jepang rata-rata tutup pada pukul 20:00. Contoh lain adalah para ibu rumah tangga yang rela naik sepeda menuju toko sayur agak jauh dari rumah, hanya karena lebih murah 10 atau 20 yen. Juga bagaimana orang Jepang lebih memilih naik densha (kereta listrik) swasta daripada densha milik negeri, karena untuk daerah Tokyo dan sekitarnya ternyata densha swasta lebih murah daripada milik negeri. Dan masih banyak lagi contoh yang sangat menakjubkan dan membuktikan bahwa orang Jepang itu sangat ekonomis.

Secara perekonomian mereka bukan bangsa yang miskin karena boleh dikata sekarang memiliki peringkat GDP yang sangat tinggi di dunia. Mereka juga bukan bangsa yang tidak sibuk atau lebih punya waktu berhidup ekonomis, karena mereka bekerja dengan sangat giat bahkan terkenal dengan bangsa yang gila kerja (workaholic). Tetapi hebatnya mereka tetap memegang prinsip hidup ekonomis. Ini sangat bertolak belakang dengan masyarakat negara-negara berkembang (baca: Indonesia) yang bersifat sangat konsumtif. Terus terang kita memang sangat malas untuk bersifat ekonomis. Baru dapat uang sedikit saja sudah siap-siap pergi ke singapore untuk shopping, atau beli telepon genggam baru.

Sifat berikutnya adalah masalah “sopan santun dan menghormati orang lain”. Masyarakat Jepang sangat terlatih refleksnya untuk mengatakan gomennasai (maaf) dalam setiap kondisi yang tidak mengenakkan orang lain. Kalau kita berjalan tergesa-gesa dan menabrak orang Jepang, sebelum kita sempat mengatakan maaf, orang Jepang dengan cepat akan mengatakan maaf kepada kita. Demikian juga apabila kita bertabrakan sepeda dengan mereka. Tidak peduli siapa yang sebenarnya pada pihak yang salah, mereka akan secara refleks mengucapkan gomennasai (maaf).

Kalau moral dan sifat-sifat sederhana dari orang Jepang, seperti malu, hidup ekonomis, menghormati orang lain sudah sangat jauh melebihi kita, ditambah dengan majunya perekonomian dan sistem kehidupan. Sekarang marilah kita bertanya kepada diri kita, hal baik apa yang kira-kira bisa kita banggakan sebagai bangsa Indonesia kepada mereka ?

Bangsa Indonesia bukan bangsa yang bodoh dan tidak mengerti moral. Kita bisa menyaksikan bahwa mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang sedang belajar Jepang, Jerman, Amerika dan di negara -negara lain, banyak sekali yang berprestasi dan tidak kalah secara ilmu dan kepintaran. Demikian juga kalau kita bandingkan bagaimana para pengamat dan komentator Indonesia menguraiakan analisanya di televisi Indonesia. Selama hidup 8 tahun di Jepang penulis belum pernah menemukan analisa pengamat dan komentator di televisi Jepang yang lebih hebat analisanya daripada pengamat dan komentator Indonesia. Dan ini menyeluruh, dari masalah ekonomi, politik, sistem pemerintahan bahkan sampai masalah sepak bola.

Akan tetapi sangat disayangkan bahwa fakta menunjukkan, secara politik dan sistem pemerintahan kita tidak lebih stabil daripada Jepang, secara ekonomi kita jauh dibawah Jepang. Dalam masalah sepakbola juga dalam waktu singkat Jepang sudah berprestasi menembus 16 besar pada piala dunia tahun 2002 ini, sementara kita sendiri masih berputar-putar dengan permasalahan yang tidak mutu, dari masalah wasit, pemain sampai kisruhnya suporter.

Mengambil pelajaran dari kasus yang telah diuraikan penulis diatas. Ternyata kepintaran dan kepandaian otak kita adalah tidak cukup untuk membawa kita menuju suatu komunitas yang terdidik. Justru sikap dan prinsip hidup yang sebenarnya terlihat sederhana itulah akan secara silmultan membentuk suatu bangsa menjadi bangsa besar dan berperadaban.

Sumber : http://romisatriawahono.net/?p=95#more-95
Tanggal akses : 15 Februari 2006

Friday, February 03, 2006

Batu Besar Penghalang Jalan


Ada batu besar yang mengahalangi perjalanan sebuah rombongan, alhasil di dalam rombongan itu terdapat penyikapan-penyikapan yang berbeda, ada yang cuek dan berpangku tangan pada orang lain, ada yang ngedumel tanpa melakukan apa-apa, ada yang terlalu lama membicarakan konsep bagaimana cara menyingkirkan batu tersebut, hingga pada akhirnya terlalu banyak waktu yang terbuang, ada juga yang benar-benar terlihat tolol dengan berusaha memecahkan batu menggunakan pahat dan palu, padahal jelas-jelas batu tersebut butuh waktu yang tidak sedikit.

Wednesday, January 11, 2006

E-Learning & E-Book


Informasi :

Untuk yang mau ikut e-learning gratis dari ilmukomputer.com, bisa akses ke sini, semoga bermanfaat.


Untuk mendapatkan e-book gratis bisa akses ke sini, jenis bukunya lumayan variatif, bukan cuma IT aja --walaupun kebanyakan jenis ini--, semoga bermanfaat.

Monday, January 09, 2006

Astaga...


kamu duduk manis di sini, stop dan cukup bermain-mainnya, oke sekarang kerjakan tugas dan jangan jail lagi, ini sapu tangan, ayo seka ingus kamu, sekarang tahu akibatnya kan kalo bermain dengan hujan sedangkan kamu sendiri sedang tidak dalam kondisi yang baik, nah, bagus. kalo mau main keluar selesaikan dulu tugas-tugas mu, inget ya jadi anak manis, duduk rapi, pegang pinsil kamu dan kerjakan tugas menggambarmu, kamu boleh menggamabar apa saja sesuka hatimu, bukan rapihnya (karena sedikit kesalahan) atau tepatnya sudut atau proporsionalnya garis yang kamu buat, yang saya nilai itu ketulusan kamu dalam menggambar, coba deh ekspresikan dirimu di lembaran itu sebebas-bebasnya, jangan takut salah dan teruslah belajar, suatu saat nanti kamu akan mengerti kenapa saya meminta begitu.

Thursday, December 29, 2005

Chatting 2 hari lalu


Chatting 2 hari lalu berbeda dari biasanya, karena gue online dengan tujuan ngobrol abis, biasanya online kalo memang ada perlu aja dengan pekerjaan, tapi kemarin nggak. Yeah online dari jam 11.00 sampe dengan 17.00 tanpa terhenti untuk idle karena ada aja teman yang bisa diajak ngobrol dan berkirim kabar. Mulai dari kodingan yang nggak tahu solusinya, nanya alamat blog, ada teman yang cerita mengenai pekerjaannya, cela-cela'an karena ada teman berasal dari daerah terpencil --nun jauh di sana-- baru pulang dari luar negeri, ada juga yang kirim berita mengenai keadaan teman yg di-Drop-Out sampai conference untuk berdiskusi masalah kambing dan pada akhirnya chatting terselesaikan gara-gara ada masalah di proxy servernya.


pada satu sesi (seingat gue) :

MIH : Gal, kayaknya WWPK di DO deh
gue : Ha ?, lo tau dari mana ?
MIH : Yee.. gue kan satu jurusan sama dia di Eletro, ya taulah gue
gue : kok bisa begitu man ?
MIH : Iya, padahal gue udah coba bantu ngerjain tugasnya, tapi dianya sendiri kayaknya kurang semangat
MIH : Di ITB ada tiga jenis DO, TPB, Tingkat 2-3 dan Sarjana, dia di DO Tingkat 2-3
gue : Hmm.. tebakan gue, anak ini kebanyakan kegiatan di luar
MIH : Yup betul sekali, gue pikir dia salah ngeset prioritas
gue : ...
MIH : ...

Yah kurang lebih itu potongan YM gue dan salah seorang teman SMA, WWPK ini teman sebangku gue ketika kelas 2, dari sejarahnya ketika masuk SMA masuk ke dalam 10 besar NEM tertinggi dari 624 siswa, di kelas 1 selalu juara 3 besar, kelas 2 masuk kedalam 3 besar juga, dan ketika lulus NEMnya juga sangat-sangat tinggi, dulu sewaktu sekelas, untuk semua mata pelajaran nggak ada yang nggak bisa, dari pelajaran IPA, IPS maupun Bahasa bisa dikuasai, setiap pagi ketika gue dateng ke kelas pasti bangku gue didudukin sama anak kelas lain yang nanya ke WWPK ini sebagai tutor yang baik hati, gue bisa sebangku sama WWPK karena hal konyol juga, biasanya ketika hari pertama masuk kan rebutan bangku tuh, karena gue terlambat akhirnya bangku yang tersisa adalah bangku di sebelahnya yang berada pada barisan ke dua dari depan --gue biasanya lebih milih baris-baris belakang kalo untuk urusan begini--, dari gosip-gosipnya yang lain juga pada canggung kalo duduk sama WWPK ini, karena dia nggak mau kasih contekan kalo lagi ulangan, yah udah nasib gue, sebenarnya nggak terlalu bermasalah juga sih, kecuali untuk mata pelajaran akuntansi, sejarah, seni musik dan agama islam, --gue mengkategorikan sebagai mata pelajaran hitung kancing dan untung-untungan--, WWPK siswa yang aktif, dari kelas 1 sudah ikut kegiatan-kegiatan sekolah (Remaja Masjid, Paskibra, KIR dll), selain itu WWPK gue kategorikan sebagai seorang yang sholeh, gue : "Biasanya loe tidur jam berapa ?", WWPK : "Tidur jam 9 malem terus bangun jam 3, sholat malam, terus belajar", gue "Tidur lagi gak ?", WWPK : "Nggak". Lah gue ?,(pokoknya beda 180 derajat) yang bisa gue banggain dari diri gue terhadap WWPK adalah gue lebih jago main catur --soalnya dia juga baru gue ajarin--, walhasil setiap istirahat gue sering diajak untuk sholat Dhuha, setiap sabtu selepas sekolah diajak ngaji dan dikenalin sama temen-temennya, kalo gue nggak ngerti mengenai pelajaran dan nanya sama dia, pasti dijelasin dengan detail. Sedangkan gue, WWPK lebih sering gue kerjain dan gue ajak bercanda, kalo pelajaran akuntansi gue ajak maen catur sambil ngumpet-ngumpet (gue bikin bidak pake kertas digambar dan sampul buku sebagai papan catur), pernah satu waktu ketika guru akuntasi mendekat ke arah kami yang sedang maen catur, akhirnya untuk penyelamatan gue tutup sampul buku, akibatnya catur yang dimainin berantakan, kita berdua cuma cengengesan aja setelah guru akuntansi menjauh, bwekek..kek..kek.. yang penting penyelamatan berhasil, kalo dipikir gue lebih merusak. Hmm setelah pisah kelas di kelas 3, WWPK juga masih sering gue kerjain, pernah satu saat ketika jam istirahat gue tulis di papan tulis "Met Ultah WWPK" gede-gede, dan keesokan harinya WWPK bagi-bagi kue, permen dan coklat di kelas, ngakunya sih Ultah beneran tapi gue nggak tahu bener apa nggak. Setelah lulus --dalam 4 tahun-- hanya 1 kali gue bisa ngobrol dengan WWPK, selebihnya entah no. hpnya gak bisa dihubungi, no. telp rumah yang biasa gue hubungi ketika SMA ternyata sudah berubah, alamat e-mail dari teman yang ngga valid, pokoknya sulit banget untuk kontak.

Setelah tahu kabar tersebut, ngenes juga, ini orang potensial banget sebenarnya, kalo orangnya kayak gue sih gak apa --begajulan--, duh.., seperti fenomena yang gue lihat juga ketika kuliah dulu, masalah aktivitas di luar akademis, gue suka melihat teman-teman gue dengan aktivitas yang banyak di luar akademis dengan tujuan berkontribusi untuk masyarakat, tapi kalo keadaan diri sendiri terabaikan gara-gara manajemen dan penentuan prioritas kurang baik gimana ?, tujuannya kan ingin memperbaiki keadaan, kok keadaan dirinya sendiri nggak diperhatikan, bukannya hal ini nantinya malah menambah masalah juga ?, lebih sering gue lihat memang pada akhirnya orang-orang tersebut harus berjuang sendirian, bukan karena nggak ada perhatian, tapi karena teman-teman yang lain juga sibuk dengan urusannya masing-masing. Walaupun, nggak jarang juga gue melihat ada teman-teman yang berhasil di kedua bidang tersebut (kegiatan akademis dan non akademis). Kalo dilihat dari tanggung jawab, gue pikir sangat sedikit orang tua yang mengingikan anaknya menjadi seorang aktivis ketika memasuki dunia perkuliahan , umumnya mereka menginginkan anaknya bisa mendapatkan pendidikan yang baik karena sudah bersusah-payah menyediakan biaya pendidikan yang nggak kira-kira. Idealnya --menurut gue--, oke kegiatan non-akademis sebanyak apapun, tapi kegiatan akademis tetap harus diutamakan, jadi sesuaikan antara kemampuan diri dengan tanggung jawab yang dipegang.

Monday, December 26, 2005

916


ehmm... i'm stuck in this problem again, can't do anything, and there's no reference, i don't know what should i do, ehh.. junglish ?

menulis aneh, ada yang ingat tulisan di buku SD, terbitan depdikbud kurikulum 198* (lupa gue)


I3ud1 b3I2m41n b0l4

4d1k t1duI2 d1 k4m4I2

4y4h m3mb4c4 k0124n

1bu mem454k d1 d4pu12


pengen juga sekali-kali nulis di blog yang panjang pake tulisan aneh :D, dapet ide tulisan aneh dari chatt YM

Tadi malam


Tadi malam gue baru aja nonton film cast away, sebenarnya termasuk film jadul yak :D, mm.. tapi gue suka sedikit sama filmnya, terutama mengenai perjuangan aktor utamanya (chuck) cmiiw untuk bertahan hidup di pulau itu sendirian.

(potongan cerita) Karena sendirian dan gak ada teman akhirnya bola voli pun jadi teman dan diajak ngobrol, ketika pada satu saat dia melempar bola itu ke luar gua, dia sangat merasa menyesal dan benar-benar kehilangan, hingga pada akhirnya ditemukan juga dan dia berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya itu.

Lagi, ketika chuck menceritakan bagaimana dia bisa bertahan hidup, lebih jauh motivasi apa yang ada di dalam dirinya, itu semua alami "just to keep breathing", dan ada satu kalimat yang bagus "bahwa matahari esok pagi akan selalu bersinar".

Pelajaran yang bisa didapat dari potongan cerita ini :

1. Manusia, alaminya, butuh seseorang/sesuatu di dalam hidupnya di dunia yang bisa diajak berbagi (*).
2. Betapa nilai persahabatan itu dijunjung tinggi ya ?, walau cuma sebuah bola voli, chuck sampe sebegitu emosionalnya.
3. Kalo kata Ace "John, saya percaya bahwa di sana selalu ada harapan", yeah optimisme, that's great.


loncat (1)
Within You Without You

We were talking - about the space between us all
And the people - who hide themselves behind a wall of illusion
Never glimpse the truth - then it's far too late when they pass away

We were talking - about the love we all could share
When we find it - to try our best to hold it there - with our love
With our love we could save the world - if they only knew

Try to realise it's all within yourself - no-one else can make you change
And to see you're really only very small
And life flows on within you and without you.

We were talking - about the love that's gone so cold
And the people who gain the world and lose their soul
They don't know, they can't see - are you one of them ?

When you've seen beyond yourself
then you may find peace of mind is waiting there
And the time will come when you see we're all one
And life flows on within you and without you


Lagu di atas dibuat dan dinyanyikan oleh george harison --salah satu personel the beatles--, mmm.. dia emang agak filosofis kalo bikin lirik lagu. Hmm... jadi terbesit untuk cari instrumen yang dimainkan full pake sitar.

loncat (2)
mp(mba psikolog) : kamu punya masalah dalam mengambil keputusan ?

gue : mmm nggak juga mba, mungkin ketika saya mengambil sebuah keputusan, saya lebih mempertimbangkan keadaan orang di sekitar saya, apa dampak dari keputusan yang saya ambil terhadap orang-orang tersebut.

mp : hmmm, kok beda ya ?, dari hasil tes, kamu itu cendrung untuk bersikap nggak mau ambil pusing dan masa bodoh alias cuek.

gue : hmm.. begitu ya mba,(dalam hati) ternyata gue begitu ya menurut hasil tes, ini yang bener hasil tes atau saya ya mba ?


(*) ada pemikiran aneh di dalam kepala gue :D.

Tuesday, December 20, 2005

Mengapa Blog ?


Blog, ekspresi diri seseorang/kelompok dalam tulisan, blog berjenis A dengan karakternya masing-masing menceritakan kegiatan yang dialami individu, atau blog berjenis B dengan isi yang memang ditujukan untuk berbagi informasi, buku, hobi, dan masih banyak lagi. Penulis wajib mengetahui bahwa tulisannya bisa diakses oleh siapapun di belahan dunia ini --dengan akses internet tentunya--, dengan berbagai macam interpretasi dan latar belakang pembaca yang berbeda-beda. Jadi alangkah baiknya --dan memang sudah seharusnya-- (menurut saya) bahwa si penulis bertanggung jawab penuh terhadap tulisannya dan tentunya sebagai keharusan, si pembaca harus bisa memilah dengan cermat.

Kalo dicermati sebenarnya blog itu --gue pikir-- sarana yang sangat efektif untuk pembentukan opini, opini dalam hal apapun, terkadang ada penulis yang menceritakan mengenai pengalamannya ketika berbelanja di mall tertentu dengan penyebutan nama, secara tidak langsung di sini blog bisa dikategorikan sebagai media promosi, atau ada juga yang menceritakan pengalamannya di tempat dia bekerja, sedikit banyak kita bisa mengetahui bagaimana kebijakan atau manajemen perusahaan/lembaga tempat dia bekerja, dan secara tidak langsung kalo satu waktu kita membutuhkan produk atau jasa yang kebetulan disediakan oleh perusahaan tersebut, minimal kita bisa mendapatkan satu rujukan, lagi-lagi media promosi.

Lain lagi jika ada penulis yang menyampaikan pengalamannya di negeri lain, seperti pada tulisan gue sebelumnya "Wak...waw..", informasi seputar daerah yang ditinggalinya gue pikir sangat menarik, mengenai adat istiadat, kebudayaan, dan sifat-sifat masyarakatnya, hmm kalo di sini blog bisa jadi sarana penyebar informasi.

Sepertinya tulisan gue sudah mulai ngawur, btw gue jadi bertanya-tanya, jenis blog gue apa ya ?, temanya gak jelas dan lompat-lompat. Gue juga sebenarnya bukan jenis orang yang rajin menulis, kayaknya lebih suka untuk membaca blog orang lain, hmm blog ini juga baru diupdate kurang lebih 4 bulan lalu, itu juga karena ada yang nanya alamat blog gue apa, hehh.. udah dulu nulisnya.

Thursday, December 15, 2005

Wak...waw...



Wajah orang itu, lekukannya menggambarkan keras kehidupan, sesekali wajah itu hilang seiring hilangnya lampu jalan, kemudian muncul lagi dan berulang, di dalam bis yang pengap dan jalanan macet, lebih dari 6 lagu dibawakan, hanya bermodal kunci D, G dan A, hanya saja terkadang antara lagu dan kunci yang dimainkan gak pas, logat jawa, rambut gondrong klimis, tubuh kurus, celana jeans bolong dan dekil, baju lengan panjang, salah satu gambaran kota jakarta.

Yo, mas !! golek urip (baca : cari penghidupan), mungkin panggilan itu tidak berpengaruh ya mas, yang penting hari ini perut bisa keisi, pikiran bisa sedikit tentram, masalah besok bagaimana itu urusan nanti, hari ini ya hari ini, besok ya besok :D. Mas, coba loe bisa akses internet kayak gue, ha..ha..ha.. loe bisa melihat sedikit dunia mas, banyak banget informasi yang bisa didapat, dunia loe gak sebatas emperan, warteg, bus kota atau tempat-tempat tongkrongan, loe bisa tahu kalo di luar negeri sana ada hujan salju, festival kesenian, adat istiadat, kebudayaan, tempat-tempat yang indah dan sebagainya. Mas, di satu waktu loe bisa iri dengan kehidupan orang-orang yang lebih baik dari loe, tapi di satu waktu juga loe bisa merasa sangat bersyukut atas semua hal yang loe dapat saat ini. Yeah mas, bicara masalah kehidupan, gue ngaku kalah deh, pasti loe lebih dari gue, ampun... bos !!, kita cengengesan aja mas he..he..he.., yang penting terus berusaha dan berdoa mas, kalo bisa kita injak-injak aja mas yang namanya keluh kesah.

Sunday, December 11, 2005

Kumpulan Puisi

Mode : gak jelas
Tipe : puisi
Manfaat : minus



Mengantuk.

Aku merasa sangat mengantuk...
Ughh.. aku benar-benar mengantuk...
Aku.. aku... menguap..
Huammm...wamm..wamm.. wamm..mmmmuuuaaahhh... (lho ?)


Say

Say.. aku merasa membutuhkanmu
Say.. keberadaanmu sangat berarti untukku
Say.. sarimu mengalir dalam darahku
Setiap hari, aku berharap ..
Engkau bagian tak terpisahkan dari keseharianku..
Say... please ya selalu hadir..

say... say...
Sayurr...., aku mau makan sayur.....


Nantikan puisi gue yang lain

ps : jadi inget film doraemon, giant yang suka nyanyi

Thursday, December 01, 2005

Log Harian


Sebenarnya menulis LOG harian itu penting, tapi kok untuk kontinu sulit rasanya, log cukup sederhana dan nggak terlalu detail, berupa point-point atau coret-coretan, yang perlu diperhatikan mungkin manajemen log tersebut, mulai dari frekuensi menulis dan media penyimpanannya, tulisan-tulisan sederhana tersebut akan terasa bermanfaat kalo kembali dilihat dalam jangka waktu tertentu untuk penilaian, apakah waktu yang kita gunakan hari itu efektif --belum sampai taraf efisien-- atau sebaliknya, bisa juga untuk sekedar mengingat kejadian hari itu yang cukup berkesan, jadi mirip diary. Jadi ingat, ketika zaman KP (Kerja Praktek) dulu, Mr. X selalu mengingatkan untuk rajin menulis log (termasuk unsur penilaian juga sih), "saya tidak melihat hasil, tapi proses" katanya, dan ketika harus bertemu (untuk hal sesederhana apapun) gue diharuskan membawa catatan dan alat tulis, dengan tujuan, pertemuan itu bukan sekedar pertemuan tapi ada sesuatu yang dibicarakan dan hasilnya TERTULIS. Mr. X, thanks untuk pelajarannya.

Menikmati cuaca


Ada seorang berkomentar mengenai cuaca, "bagi saya, cuaca yang bagus itu bukan digambarkan dengan birunya langit ataupun cerahnya sinar matahari, cuaca yang bagus itu adalah cuaca yang diakibatkan oleh perubahan yang cepat", wajar aja, yang berkomentar itu seorang fotografer, soalnya yang bersangkutan ingin mendapatkan gambaran yang ekstrim mengenai perubahan cuaca.

Kalo gue, yeah.. nikmati aja cuaca yang ada hari ini, hujan, cerah, mendung, it's oke, tergantung gimana cara menikmatinya, kalo sekarang ini (mendung dan hujan) tinggal cari waktu yang tepat, biasanya (menurut pengamatan gue) kalo sore hari hujan lebat, malam harinya langit cerah banget, bisa lihat benda-benda angkasa dengan jelas, atau kalo hujan itu berlangsung di malam hari, biasanya udaranya dingin menusuk, kopi,teh atau susu coklat panas oke untuk menikmati suasana tersebut and just listen your favorite songs.

Tuesday, November 29, 2005

Sama halnya


Sama halnya ketika menonton acara kesukaan, semisal Tom and Jerry, yang membuat geli, terus ketawa-tawa karena melihat kekonyolan dan kesialan si Tom, lalu tiba-tiba acara tersebut berubah (entah karena apapun) menjadi siaran berita yang menginformasikan bencana di daerah X, atau wabah penyakit Y, atau intrik yang terjadi pada Z, atau konflik yang terjadi di belahan dunia manapun. Lalu seketika itu juga gelak tawa berubah menjadi keheningan yang menusuk, diam.

Loncat(1)
Hahh.. lagi-lagi topik itu dibahas, jiwa gue benar-benar lelah man untuk yang satu itu, sudahlah...

Loncat(2)
Captain shanks : Guys, prepare yourself for our long journey, the time is about a month from now on, i hope each of you have good preparation.

Crew : okay captain !!

Monday, November 28, 2005

Lugas dan Jelas


Terkadang perkataan lugas dan jelas itu lebih baik untuk saya, biar saya ini mendengar dan nggak ndablek. Mungkin saya jenis manusia yang maunya break the rule ya mba, nggak mau terikat sama aturan dan semaunya sendiri, kalo ini permasalahannya saya harus mengambil tindakan tegas terhadap diri saya sendiri. Saya paham dan nggak marah, malah senang ditegur, iya mba, dibalik lugas dan tegasnya kata-kata itu saya tetap menyadari kok bahwa mba manusia berjenis wanita, sosok yang penuh kelembutan dan kasih sayang, manis lho mba saat melihat foto-foto si kecil di meja mba atau di background komputer atau ketika mba bicara dengan si kecil melalui handphone karena harus pulang sampai larut malam, dengan nada lembut dan panggilan nama si kecil yang diulang, saya jadi berpikir, mungkin perhatian dan kasih sayang yang diberikan ibu kepada saya ketika kecil seperti itu. Saya paham, umumnya faktor keadaan terkadang dapat mengaburkan sisi positif alami manusia, maaf ya mba seandainya ada hal yang tidak berkenan, sekali lagi terima kasih atas tegurannya.

Monday, November 21, 2005

Foto-foto



Foto ditengah, baris bawah.

Lingkaran berhadiah
Bagi anda yang beruntung bisa mengambil hadiah ke redaksi surat kabar Pos Kamling dengan membawa foto kopi KTP sendiri, bukan pinjaman.