Monday, August 07, 2006
[Keseharian] Lobster ngantuk
[Keseharian] Catat dong
Siapa menebar angin dia akan menuai badai, ya entah kapan mulanya, dan ngga bener juga jika menimpakan kesalahan pada mata pelajaran bernama akuntansi, saya punya kebiasaan jelek dalam melakukan manajemen keuangan, selama ada uang pake aja, sebenarnya ngga boros-boros juga, tapi karena tidak tercatat dan benar-benar pelupa akhirnya kesulitan juga untuk melacak uang yang menguap entah kemana, dan kembali bertanya-tanya dalam diri "kemana larinya tuh uang yak ?" lalu setelah melihat persediaan muncul lagi pertanyaan "loh kok tinggal segitu ?"
Malas mencatat keuangan sendiri karena terlanjur jengah kalo ingat neraca keuangan dalam bentuk tabulasi, ngga suka dengan prosedur yang berbelit, malas dalam mendokumentasikan, yo wish... siapa menebar angin dia akan menuai badai, rasakan akibatnya bagi diri sendiri :D.
Malas mencatat keuangan sendiri karena terlanjur jengah kalo ingat neraca keuangan dalam bentuk tabulasi, ngga suka dengan prosedur yang berbelit, malas dalam mendokumentasikan, yo wish... siapa menebar angin dia akan menuai badai, rasakan akibatnya bagi diri sendiri :D.
Monday, July 10, 2006
[Bus Kota] Tidak melulu
Hari ini selepas pintu tol kebon jeruk ada seorang pengamen, dia adalah seorang lelaki berumur kurang lebih 30 tahun, berbeda dengan pengamen yang sering saya identikkan dengan pakaian lusuh, kulit dekil, aksesoris dan segala ketidakterawatannya.
Bapak ini seorang warga keturunan cina, menggunakan kaos berkerah dengan ikat pinggang terlihat, begitupula potongan rambutnya, rapi. Terlihat sekali kalo bapak ini baru dalam bidang mengamen --setidaknya menurut penilaian saya pribadi, pasalnya beliau terlalu banyak menyanyikan lagu, tidak menggunakan alat bantu apapun baik gitar maupun kecrekan --hanya menggunakan suara-- dan kurang cermat menentukan kapan waktu meminta uang kepada penumpang, hingga pada akhirnya hampir setengah dari penumpang bus terlanjur turun sebelum dia sempat meminta uang.
Lagunya antara lain lilin-lilin kecil, you raise me up (bener gak nih judulnya), melodi-memori, dibawakan dengan suara nyaring namun tidak asal, apa istilahnya ya ?
Satu gambaran lagi bagi saya pribadi --mudah-mudahan untuk pembaca juga, bahwa warna kulit di tanah Jakarta tidak melulu menjadi lambang kesejahteraan, tidak seperti selentingan yang sering saya dengar tentang ketidakadilan yang dialami warga pribumi terhadap non pribumi dalam hal memperoleh hak akses untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Sip, semangat Pak !!
Bapak ini seorang warga keturunan cina, menggunakan kaos berkerah dengan ikat pinggang terlihat, begitupula potongan rambutnya, rapi. Terlihat sekali kalo bapak ini baru dalam bidang mengamen --setidaknya menurut penilaian saya pribadi, pasalnya beliau terlalu banyak menyanyikan lagu, tidak menggunakan alat bantu apapun baik gitar maupun kecrekan --hanya menggunakan suara-- dan kurang cermat menentukan kapan waktu meminta uang kepada penumpang, hingga pada akhirnya hampir setengah dari penumpang bus terlanjur turun sebelum dia sempat meminta uang.
Lagunya antara lain lilin-lilin kecil, you raise me up (bener gak nih judulnya), melodi-memori, dibawakan dengan suara nyaring namun tidak asal, apa istilahnya ya ?
Satu gambaran lagi bagi saya pribadi --mudah-mudahan untuk pembaca juga, bahwa warna kulit di tanah Jakarta tidak melulu menjadi lambang kesejahteraan, tidak seperti selentingan yang sering saya dengar tentang ketidakadilan yang dialami warga pribumi terhadap non pribumi dalam hal memperoleh hak akses untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Sip, semangat Pak !!
Tuesday, July 04, 2006
[Sosial] Demografi dan Konflik dalam Masyarakat
Benar-benar tak punya ide untuk menulis, ini ada bacaan menarik.
Sejak tumbangnya Orde Baru, perkembangan masyarakat di Indonesia ditandai oleh perbedaan pendapat yang akhir-akhir ini menjurus kepada ketidakserasian bangsa. Dampak dari rasa muak terhadap friksi yang tidak berkesudahan, mulai muncul di kalangan awam kerinduan atas keadaan masa lalu yang dianggap relatif stabil, aman, dan mudah mencari makan.
Konflik yang berkepanjangan tidak perlu terjadi apabila kekuatan politik yang ada memahami keadaan dan perkembangan struktur demografi Indonesia. Secara demografis, konflik di Indonesia sebenarnya dapat dijelaskan dari sisi perbedaan antargenerasi inter-generational gap). Struktur penduduk sebenarnya menggambarkan pengalaman anggota masyarakat di mana setiap orang yang ada di dalamnya telah melalui siklus kehidupan, dari sejak lahir, bayi, anak, akil balik, dewasa, tua dan akhirnya mati. Perjalanan kehidupan setiap orang dengan latar belakang yang mempengaruhi tata kehidupannya ini akan membentuk sikap, pandangan dan perilaku.
Selengkapnya bisa dilihat di sini
Sumber : http://www.sinarharapan.co.id/berita/0402/16/opi02.html
Tanggal akses : 4 Juli 2006, pukul 3.53 pm
Sejak tumbangnya Orde Baru, perkembangan masyarakat di Indonesia ditandai oleh perbedaan pendapat yang akhir-akhir ini menjurus kepada ketidakserasian bangsa. Dampak dari rasa muak terhadap friksi yang tidak berkesudahan, mulai muncul di kalangan awam kerinduan atas keadaan masa lalu yang dianggap relatif stabil, aman, dan mudah mencari makan.
Konflik yang berkepanjangan tidak perlu terjadi apabila kekuatan politik yang ada memahami keadaan dan perkembangan struktur demografi Indonesia. Secara demografis, konflik di Indonesia sebenarnya dapat dijelaskan dari sisi perbedaan antargenerasi inter-generational gap). Struktur penduduk sebenarnya menggambarkan pengalaman anggota masyarakat di mana setiap orang yang ada di dalamnya telah melalui siklus kehidupan, dari sejak lahir, bayi, anak, akil balik, dewasa, tua dan akhirnya mati. Perjalanan kehidupan setiap orang dengan latar belakang yang mempengaruhi tata kehidupannya ini akan membentuk sikap, pandangan dan perilaku.
Selengkapnya bisa dilihat di sini
Sumber : http://www.sinarharapan.co.id/berita/0402/16/opi02.html
Tanggal akses : 4 Juli 2006, pukul 3.53 pm
Thursday, June 29, 2006
[Ra Genah] Melantur
Sepertinya segelintir sastra(wan/wati) sedikit demi sedikit sudah mulai kembali, ah ya, bersastra ria memang tidak bisa dipaksakan, sejatinya sebuah karya indah lahir dari buah pikiran yang dilingkupi dengan ketulusan dan kebesaran jiwa, bukan sebaliknya.
Selamat teman, buah karyamu sangat sempurna, semoga setiap orang yang melihat keindahannya terinspirasi untuk turut serta. Di salah satu sudut dunia ini, saya hanya bisa memandang dan meresapinya dari surat kabar Tengah Malam. Kertasnya adalah langit luas, ditulis dengan bintang yang bertaburan, ditandai dengan bulan pada setiap halamannya. Sebagai hadiah, anda bisa ingat, ini info berharga !!, setiap halaman 11, 12 dan 13 tengoklah dengan cermat, sebuah lukisan indah yang bermetamorfosa akan mengepakkan sayapnya, terbang, indah sekali.
Dengan berada dalam kebisingan dan hingar bingar yang memekakkan, kau bisa menyadari bahwa kesunyian yang senyap dan dingin adalah sebuah karunia.
Selamat teman, buah karyamu sangat sempurna, semoga setiap orang yang melihat keindahannya terinspirasi untuk turut serta. Di salah satu sudut dunia ini, saya hanya bisa memandang dan meresapinya dari surat kabar Tengah Malam. Kertasnya adalah langit luas, ditulis dengan bintang yang bertaburan, ditandai dengan bulan pada setiap halamannya. Sebagai hadiah, anda bisa ingat, ini info berharga !!, setiap halaman 11, 12 dan 13 tengoklah dengan cermat, sebuah lukisan indah yang bermetamorfosa akan mengepakkan sayapnya, terbang, indah sekali.
Dengan berada dalam kebisingan dan hingar bingar yang memekakkan, kau bisa menyadari bahwa kesunyian yang senyap dan dingin adalah sebuah karunia.
Monday, June 26, 2006
[Ra Genah] Catatan
Di tempat ini beberapa samurai telah berkumpul dan memperkenalkan dirinya masing-masing, mulai dari latar belakang, asal-usul, garis keturunan dan pertalian darah, pengalaman bertempur hingga pada siapa mereka mengabdi. Sebagai samurai, tugas merupakan sebuah amanat yang harus dilaksanakan dengan segenap jiwa dan raga, apalagi jika tugas tersebut berakar pada kemuliaan untuk membangun masyarakat yang tinggal jauh dari pusat-pusat kebudayaan. Ya disinilah kami saat ini, beberapa perlengkapan tempur seperti tombak, pedang dan panah telah kami pelajari, begitu juga keahlian berkuda, menyusup ke daerah pertahanan lawan, penyamaran, mencari informasi serta mengelabui lawan sedikit demi sedikit sudah kami kuasai. Yang tinggal adalah terus mengasah kemampuan tersebut secara berlanjut dan menerapkannya untuk kemajuan penduduk di seluruh pelosok negeri ini.
Walaupun hari-hari kami isi dengan latihan dan menunggu hari pertempuran --diperkirakan akan berlangsung selama 30 hari penuh, secara umum keadaan masih tenang, kami masih bisa memanfaatkan waktu untuk bersantai, mengadakan upacara minum teh, melukis, mempertajam aksara dengan sastra, menikmati kue-kue kecil khas daerah setempat serta berkeliling desa untuk mengenal daerah.
Mudah-mudahan tugas ini dapat kami laksanakan dengan baik, harga yang harus dibayar untuk kegagalan adalah mengasingkan diri atau melakukan seppuke.
catatan : cerita di atas benar-benar ra genah (gak jelas), hanya fiksi, hiperbolis dan miskin makna luar biasa.
Walaupun hari-hari kami isi dengan latihan dan menunggu hari pertempuran --diperkirakan akan berlangsung selama 30 hari penuh, secara umum keadaan masih tenang, kami masih bisa memanfaatkan waktu untuk bersantai, mengadakan upacara minum teh, melukis, mempertajam aksara dengan sastra, menikmati kue-kue kecil khas daerah setempat serta berkeliling desa untuk mengenal daerah.
Mudah-mudahan tugas ini dapat kami laksanakan dengan baik, harga yang harus dibayar untuk kegagalan adalah mengasingkan diri atau melakukan seppuke.
catatan : cerita di atas benar-benar ra genah (gak jelas), hanya fiksi, hiperbolis dan miskin makna luar biasa.
Friday, June 23, 2006
[Bahasa] Quote's
"Ketahuilah peranmu, milikilah kehormatan dan rasa hormat dan bekerja keraslah". Kata-kata salah satu rekan politik deng xiao ping, menurut gue kata-kata tersebut bagus.
"Lebih Baik Pulang Nama Daripada Gagal Dalam Tugas". Ya, kalo kata-kata ini gue benar-benar ingat karena setiap kali berangkat atau pulang sekolah ketika SMA pasti melihat monumen Korps Pasukan Khusus Baret Merah, monumen berada di tengah sebuah taman, kurang lebih 4 prajurit (lupa gue) dengan posisi siap tempur. Hebat seandainya jargon tersebut benar-benar tertanam di dalam jiwa para prajurit, terlepas dari tugas apa yang dilaksanakannya.
"Pantang pulang sebelum padam". Begitulah kira-kira kata-kata yang gue lihat (ha..ha..ha.. lupa lagi dimana), kata-kata tersebut adalah jargon bagi petugas pemadam kebakaran. Berterimakasihlah kita kepada petugas pemadam kebakaran yang bekerja keras dalam menjalankan tugasnya disertai dengan semangat "pantang pulang sebelum padam".
"Lebih Baik Pulang Nama Daripada Gagal Dalam Tugas". Ya, kalo kata-kata ini gue benar-benar ingat karena setiap kali berangkat atau pulang sekolah ketika SMA pasti melihat monumen Korps Pasukan Khusus Baret Merah, monumen berada di tengah sebuah taman, kurang lebih 4 prajurit (lupa gue) dengan posisi siap tempur. Hebat seandainya jargon tersebut benar-benar tertanam di dalam jiwa para prajurit, terlepas dari tugas apa yang dilaksanakannya.
"Pantang pulang sebelum padam". Begitulah kira-kira kata-kata yang gue lihat (ha..ha..ha.. lupa lagi dimana), kata-kata tersebut adalah jargon bagi petugas pemadam kebakaran. Berterimakasihlah kita kepada petugas pemadam kebakaran yang bekerja keras dalam menjalankan tugasnya disertai dengan semangat "pantang pulang sebelum padam".
Thursday, June 01, 2006
[Buku] Melacak Alam
Melacak Alam, buku yang sangat berkesan dan memberikan inspirasi buat gue terhadap pengamatan alam, gue temukan kembali di sebuah lapak penjual buku dengan harga Rp.5000 di Kwitang, Pasar Senen, buku ini dapat dikategorikan sebagai ensiklopedia mini yang membahas hewan dan tumbuh-tumbuhan di lingkungan sekitar, pengelompokan kasusnya didasarkan pada musim dan habitat, disertai ilustrasi yang digambar dengan tangan, ditulis oleh Hans Jurgen Press dengan judul asli Der Natur Auf Der Spur, terdiri dari 234 kasus, cetakan dalam bahasa Indonesia diterbitkan pertama kali tahun 1984. Isi yang ada di dalam buku ini sebagian besar merupakan catatan pengamatan penulis semasa kecil, pengamatan dilakukan pertama kali ketika suatu saat penulis dan anak lainnya di dalam kelas mendapatkan tugas dari Guru Ilmu Hayat untuk mengamati lingkungan sekitar, mencatatnya, serta memberikan ilustrasi gambar, hal tersebut pada akhirnya terus berlanjut. Buku ini merupakan salah satu seri dari kumpulan buku "Dasar-dasar Pengetahuan", buku lainnya berkisar pada masalah teknik (hukum-hukum fisika) yang dibahas dengan permainan dengan bantuan alat-alat sederhana yang mudah ditemui. Bermain sambil belajar.
Sedikit nostalgia, pada saat itu kami kelas 4 atau 5 SD. Waktu itu gue sedang melihat gambar-gambar sebuah buku yang berkaitan dengan tata surya. Ketika itu ABP membacakan kasus no. 9, dan menurut dia kata-kata "hu-hu-hu" itu lucu, menurut gue ngga sama sekali :D, sehingga akhirnya gue memutuskan untuk membaca sendiri, lalu dilanjutkan membaca penjelasan-penjelasan yang lain, hingga pada akhirnya gue benar-benar tertarik dengan isi buku tersebut, meminjamnya dari perpustakaan dan tidak berniat mengembalikan :D (penjahat cilik !). Berikut salah satu kasus yang dibacakan teman gue tersebut.
Panggilan di tengah Malam (No. 9)
Terutama pada masa birahinya, pada bulan Februari, di tengah malam burung hantu memperdengarkan suara "hu-hu-hu"-nya yang menyedihkan dan menakutkan. Suara itu dapat kita tiru dengan merapatkan kedua tangan seperti dalam gambar dan meniupnya melalui lubang di antara kedua ibu jari, seperti yang ditunjukkan panah. Mungkin burung hantu itu akan datang mendekat. Terhadap cahaya lampu baterai, burung ini tidak takut sedikitpun sehingga dia mudah diamati.
Masih banyak lagi hal-hal sederhana dan menarik yang dijelaskan melalui buku ini. Terekomendasi untuk teman-teman yang mempunyai anak, keponakan atau adik yang berada di bangku sekolah dasar.
ps: cover buku menyusul
Sedikit nostalgia, pada saat itu kami kelas 4 atau 5 SD. Waktu itu gue sedang melihat gambar-gambar sebuah buku yang berkaitan dengan tata surya. Ketika itu ABP membacakan kasus no. 9, dan menurut dia kata-kata "hu-hu-hu" itu lucu, menurut gue ngga sama sekali :D, sehingga akhirnya gue memutuskan untuk membaca sendiri, lalu dilanjutkan membaca penjelasan-penjelasan yang lain, hingga pada akhirnya gue benar-benar tertarik dengan isi buku tersebut, meminjamnya dari perpustakaan dan tidak berniat mengembalikan :D (penjahat cilik !). Berikut salah satu kasus yang dibacakan teman gue tersebut.
Panggilan di tengah Malam (No. 9)
Terutama pada masa birahinya, pada bulan Februari, di tengah malam burung hantu memperdengarkan suara "hu-hu-hu"-nya yang menyedihkan dan menakutkan. Suara itu dapat kita tiru dengan merapatkan kedua tangan seperti dalam gambar dan meniupnya melalui lubang di antara kedua ibu jari, seperti yang ditunjukkan panah. Mungkin burung hantu itu akan datang mendekat. Terhadap cahaya lampu baterai, burung ini tidak takut sedikitpun sehingga dia mudah diamati.
Masih banyak lagi hal-hal sederhana dan menarik yang dijelaskan melalui buku ini. Terekomendasi untuk teman-teman yang mempunyai anak, keponakan atau adik yang berada di bangku sekolah dasar.
ps: cover buku menyusul
Tuesday, May 23, 2006
[Memasak] Membuat Pisang Goreng Mentega
Bahan
- Pisang (jenis pisang sesuai selera)
- Mentega
- Gula
- Susu kental
Alat memasak
- Kompor
- Wajan
- Alat untuk menggoreng
Cara memasak
- Kupas pisang lalu potong menjadi beberapa bagian, masing-masing bagian dipotong memanjang sampai setengah (jangan sampe terbelah menjadi dua), tujuannya supaya ketika digoreng menteganya bisa sampai pada bagian dalam, rasanya lebih enak.
- Nyalakan kompor dan letakkan wajan di atasnya
- Masukkan mentega secukupnya ke dalam wajan
- Masukkan potongan-potongan pisang
- Goreng sampai warnanya menjadi agak kemerah-merahan (jangan sampe gosong)
- Angkat, letakkan sebentar di penyaring agar minyaknya berkurang
- Setelah itu, letakkan di piring
- Taburi gula dan susu kental, jadi deh
Enak dinikmati dikala suasana dingin datang, malam hari atau ketika hujan sambil menikmati kopi atau air jeruk hangat. Mudah, sederhana, memiliki kadar karbohidrat tinggi dan tentunya nikmat.
Catatan : Gue memasaknya berdasarkan kebutuhan, kesenangan dan mood. Jadi, bagi pihak tertentu jangan berharap banyak :D.
- Pisang (jenis pisang sesuai selera)
- Mentega
- Gula
- Susu kental
Alat memasak
- Kompor
- Wajan
- Alat untuk menggoreng
Cara memasak
- Kupas pisang lalu potong menjadi beberapa bagian, masing-masing bagian dipotong memanjang sampai setengah (jangan sampe terbelah menjadi dua), tujuannya supaya ketika digoreng menteganya bisa sampai pada bagian dalam, rasanya lebih enak.
- Nyalakan kompor dan letakkan wajan di atasnya
- Masukkan mentega secukupnya ke dalam wajan
- Masukkan potongan-potongan pisang
- Goreng sampai warnanya menjadi agak kemerah-merahan (jangan sampe gosong)
- Angkat, letakkan sebentar di penyaring agar minyaknya berkurang
- Setelah itu, letakkan di piring
- Taburi gula dan susu kental, jadi deh
Enak dinikmati dikala suasana dingin datang, malam hari atau ketika hujan sambil menikmati kopi atau air jeruk hangat. Mudah, sederhana, memiliki kadar karbohidrat tinggi dan tentunya nikmat.
Catatan : Gue memasaknya berdasarkan kebutuhan, kesenangan dan mood. Jadi, bagi pihak tertentu jangan berharap banyak :D.
Tuesday, May 16, 2006
Aneh rasanya :D
Benar-benar liar dan menggila,
laksana api yang melahap hamparan ilalang di musim kering
Kobarannya benar-benar memberi sensasi luar biasa
Aneh rasanya,
Rasa takjub ini penuh mengisi relung jiwa
Senang, ringan dan melayang jauh
Ku tak ingin lepas dari rasa ini
laksana api yang melahap hamparan ilalang di musim kering
Kobarannya benar-benar memberi sensasi luar biasa
Aneh rasanya,
Rasa takjub ini penuh mengisi relung jiwa
Senang, ringan dan melayang jauh
Ku tak ingin lepas dari rasa ini
Wednesday, May 03, 2006
Tentang yang satu itu
Suatu masa tertentu gue benar-benar benci sama kata cinta, sucks lah :D, ternyata pengetahuan gue cuma sebatas pada cinta dengan lawan jenis, ha..ha..ha.. betapa merasa tololnya gue bersikap dan mendefinisikan cinta cuma sebatas itu, jauh gue pikir ada yang lebih tinggi dari itu --terserah kalo dibilang gombal, beberapa hal yang bisa sedikit --sangat-sangat sedikit mungkin-- gue pahami adalah cinta Pencipta kepada makhluknya dan sebaliknya, cinta orang tua kepada anaknya dan sebaliknya, cinta seorang manusia pada alam semesta dan isinya, cinta seorang manusia terhadap manusia lain dalam konteks sosial (bisa luas lagi nih) serta cinta seorang manusia terhadap lawan jenisnya (cuma ini yg bakal sedikit dibahas).
Jenis cinta terakhir yang umumnya sedang dirasakan oleh muda-mudi masa kini :p, gue belum bisa memahaminya dengan baik, yang jelas ada hubungannya dengan tahapan dalam perkembangan biologis maupun psikologis, kedua hal tersebut lebih cenderung berada pada sisi manusia, sisi material. Sehingga, gue agak kurang sreg jika ada muda-mudi masa kini yang mengutarakan cinta terhadap lawan jenis terlepas dari kedua hal tersebut (spiritual misalnya), walaupun tidak menutup kemungkinan bisa dicapai dan lagipula gue juga belum paham.
Mencoba berbagi pikiran dan perasaan dengan teman-teman (pria dan wanita) yang sedang merasa gundah dengan problematika hidup yang satu ini, entah merasa ditinggalkan, disakiti, berada pada hubungan yang ngga jelas, tersiksa dalam manisnya cinta, atau apalah, terkecuali yang sedang berada pada daerah merah jambu :p. Berusaha untuk tidak menyudutkan kaum wanita apalagi membela kaum pria, jadi, (bisa gak ya ?) kalo kamu-kamu berada pada keadaan tersebut, mungkin prinsip bahwa dunia ngga selebar daun pinus bisa dipake, lagipula yang gue pahami hidup tuh gak dibatasi pada hal beginian doang kok, janganlah berlarut-larut, tetap jalani hidup dengan semangat dan ceria, masa lalu yang ngga enak itu jangan disesali tapi dirubah jadi pengalaman yang bisa jadi bahan pembelajaran. Gitu guys, Maaflah ya kalo gue sok tahu :p.
Lagu : Vina Panduwinata, Aku melangkah Lagi.
Jenis cinta terakhir yang umumnya sedang dirasakan oleh muda-mudi masa kini :p, gue belum bisa memahaminya dengan baik, yang jelas ada hubungannya dengan tahapan dalam perkembangan biologis maupun psikologis, kedua hal tersebut lebih cenderung berada pada sisi manusia, sisi material. Sehingga, gue agak kurang sreg jika ada muda-mudi masa kini yang mengutarakan cinta terhadap lawan jenis terlepas dari kedua hal tersebut (spiritual misalnya), walaupun tidak menutup kemungkinan bisa dicapai dan lagipula gue juga belum paham.
Mencoba berbagi pikiran dan perasaan dengan teman-teman (pria dan wanita) yang sedang merasa gundah dengan problematika hidup yang satu ini, entah merasa ditinggalkan, disakiti, berada pada hubungan yang ngga jelas, tersiksa dalam manisnya cinta, atau apalah, terkecuali yang sedang berada pada daerah merah jambu :p. Berusaha untuk tidak menyudutkan kaum wanita apalagi membela kaum pria, jadi, (bisa gak ya ?) kalo kamu-kamu berada pada keadaan tersebut, mungkin prinsip bahwa dunia ngga selebar daun pinus bisa dipake, lagipula yang gue pahami hidup tuh gak dibatasi pada hal beginian doang kok, janganlah berlarut-larut, tetap jalani hidup dengan semangat dan ceria, masa lalu yang ngga enak itu jangan disesali tapi dirubah jadi pengalaman yang bisa jadi bahan pembelajaran. Gitu guys, Maaflah ya kalo gue sok tahu :p.
Lagu : Vina Panduwinata, Aku melangkah Lagi.
Thursday, April 27, 2006
Instalasi Linux Ubuntu (gagal)
Mencoba menginstall Linux Ubuntu, sayang sekali gagal, penyebabnya adalah kualitas CD yang kurang baik, well, padahal itu CD original, dapat langsung dari distributor utama Ubuntu, dan lebih mengesalkan lagi karena gue mencoba menginstallnya pada virtual PC, karena PC gue berada dalam jajaran PC berumur dan performance yang agak lain dari PC umumnya saat ini (nggak mau menyebut tua :D dan bapuk), akibatnya untuk melakukan instalasi perlu kesabaran tingkat tinggi, lah !! tak tahunya (terdengar aneh bahasanya) gagal pada persentase tertentu, lantaran CD nya berkualitas kurang baik (males nyebut jelek) atau jangan-jangan CDROMnya ? (wah ini lagi, isu dari Tuan A punya kata-kata bahwa sekarang yang menjual CDROM dah jarang, minimal DVDCombo lah, walah ! lagi-lagi merasa tertinggal. Hehh.. namanya juga isu, validitasnya diragukan ;p. Kembali ke topik semula, seandainya instalasi berhasil, gue bisa memberlakukan satu PC (host) aktif sebagai 2 host yang berbeda, lumayan nih untuk belajar-belajar jaringan, tapi apa mau dikata ?, ada yang punya rekomendasi distro yang bagus untuk instalasi ?, [mode : orang indonesia ON] kalo pake GUI (Graphic User Interface) ngga ngabisin space banyak, mudah instalasinya, dan yang paling utama : installation requirement nya tercapai oleh PC gue (memori : 128, processor : 600 MHz, vga : 4 MB), ups.. maaf salah, yang jelas kalo menggunakan Virtual PC spesifikasinya lebih rendah dari yang gue sebutkan [mode : orang indonesia OFF]. Tutian Bgt (baca : kesian banget). Omong-omong, sebenarnya gue sudah install Fedora Core 4 (bisa disebut redhat ?) tanpa menggunakan Virtual PC, tapi karena kesoktahuan gue melakukan setting, hasilnya adalah ketika pertama kali booting, pada fase tertentu (berkaitan dengan konfigurasi network device) lama banget, bisa lumutan (hiperbolis) kalo nunggu selese, mau coba memecahkan masalahnya lewat console melalui grub, but how ?, sudah tanya ke seorang pengguna linux juga, yang bersangkutan menyarankan untuk melakukan penyuntingan file something.conf, tapi ketika gue praktekan di grub ngga bisa, lah wong membaca filenya aja gak bisa, ngga tahu kenape. Ha..ha.. kayaknya dari dulu gue selalu bermasalah dengan instalasi linux selain distro mandrake, padahal menarik, lihat dunia baru. Ngga yang itu-itu aja.
Tuesday, April 18, 2006
Flamboyan
Kabarnya dahulu bunga ini merupakan bunga yang memberikan ciri khas kota jakarta, seperti bunga sakura di jepang dan bunga tulip di belanda, bunga ini sering disebut juga flame flower karena warnanya yang merah cerah seperti api. Jenis pohonnya merupakan tumbuhan khas daerah tropis, memiliki kayu yang keras dan bisa mencapai ukuran yang cukup besar. Gue masih ingat ketika kecil, tepian sepanjang Jalan Raya Bogor (Jakarta Timur) masih sangat banyak ditumbuhi tumbuhan jenis ini, pepohonan ini tumbuh di tepi kali ciliwung, saat in masi ada, tapi semakin lama pepohonan ini semakin berkurang, banyak penyebabnya, biasanya karena umur yang sudah sangat tua sehingga akhirnya harus ditebang, tumbang karena angin ribut atau roboh karena tanah tempat berpijak longsor, di UI juga ada, tanamannya umumnya masih berukuran sedang. Ketika harus menuju kampus di pagi & siang hari, sesekali gue biasanya menyempatkan untuk menelusuri jalan yang berasal dari Statsiun Pondok Cina - Balairung - Rektorat - Fasilkom, di siang hari biasanya jalan ini sepi, selain bisa melihat beberapa pohon flamboyan yang berbunga mungkin kalo beruntung bisa melihat tupai-tupai yang berkejar-kejaran. Sampe sekarang dugaan gue, tupai-tupai tersebut termasuk binatang yang mengkonsumsi biji flamboyan ini selain biji dari tumbuhan-tumbuhan lainnya. Hmmm gue gak tahu pasti sih, jenis pohon ini musiman apa nggak, yang jelas selama musim penghujan pohon-pohon flamboyan banyak yang gue lihat sedang berbunga, bagus!.
Monday, April 17, 2006
koleksi musik tambahan
waduh dah lama gak nulis, rasanya kaku, kak..kak..kak.. ku...ku...ku... :D, yeah mo cerita aja, beberapa hari yang lalu gue dan salah seorang teman lama pergi ke mangga dua dilanjutkan ke glodok, barang yang dicari dan akhirnya dibeli oleh teman gue tersebut adalah harddisk USB, sedangkan gue ?, lebih banyak window shopping dan kadang terhenti pada pajangan beberapa barang tertentu dengan mata berbinar-binar, entah karena memang benar-benar menginginkannya (digicam) atau juga karena baru tahu bentuk fisik barang tertentu yang sering dibicarakan (berkaitan dengan perangkat wireless) :D, norak banget. Setelah selesai dari mangga dua, akhinya kami pergi ke Glodok dengan tujuan mencari beberapa koleksi classic/progressive rock, kebetulan temen yang gue ajak merupakan salah seorang yang selama ini gue minta untuk memberikan rekomendasi terhadap kelompok-kelompok musik classic-progressive rock yang asik, alhasil berikut daftar mp3 yang gue beli :
1. Deff Lepard ~
2. Pink Floyd *
3. Deep Purple ~
4. Rush *
5. Oasis ~
6. Green Day ~
7. Chicago ~
8. Led Zeppelin ~
9. Genesis ~
10. Cake *
11. CCR *
keterangan
~ : pilihan gue sendiri, untuk menambah koleksi
* : rekomendasi teman, beberapa sudah gue dengarkan, menarik
Nggak semua bagus, beberapa kualitas CD-nya kacau :D
Suasana perjalanan :
Naik motor - siang - terik panas matahari - asap kendaran - lalu-lintas semawut - tancap bleh !!
Hujan lebat - kena muka sakit - pakaian basah kuyup - hajar aja !! - banjir - macet - cari jalan alternatif - nyasar :D
Menyenangkan
1. Deff Lepard ~
2. Pink Floyd *
3. Deep Purple ~
4. Rush *
5. Oasis ~
6. Green Day ~
7. Chicago ~
8. Led Zeppelin ~
9. Genesis ~
10. Cake *
11. CCR *
keterangan
~ : pilihan gue sendiri, untuk menambah koleksi
* : rekomendasi teman, beberapa sudah gue dengarkan, menarik
Nggak semua bagus, beberapa kualitas CD-nya kacau :D
Suasana perjalanan :
Naik motor - siang - terik panas matahari - asap kendaran - lalu-lintas semawut - tancap bleh !!
Hujan lebat - kena muka sakit - pakaian basah kuyup - hajar aja !! - banjir - macet - cari jalan alternatif - nyasar :D
Menyenangkan
Monday, April 03, 2006
Tanah Jajahan
Here i am, memandang luas bentangan tanah lapang dan ilalang, entah pohon ini namanya apa, yang jelas dahan-dahan kecilnya cukup kuat untuk menahan beban tubuh ini, dari tempat ini saya bisa memandang tanah 'jajahan' dengan pasti, ditemani hembusan semilir angin sore, jingganya langit dan kicauan sekawanan burung pipit yang sibuk berebut tempat di rumpunan ilalang untuk menanti datangnya malam, saya dapat duduk berlama-lama di tempat ini sambil memakan buah-buahan liar hasil panen. Sesekali ada pikiran-pikiran yang melintas dan mengganggu, entah PR sekolah, acara menarik di TV atau panggilan orang tua, tapi semua itu segera sirna seiring rasa gatal di beberapa bagian tubuh akibat gigitan nyamuk. Saya bisa tahu dengan detail bahwa di balik tajamnya duri-duri tanaman itu ada tempat pengintaian yang sangat nyaman, tanahnya lembut, enak untuk dipijak, atau di atas pohon tertentu dengan ketinggian +- 15 m, saya bisa dengan leluasa mengamati lalu-lalang orang di jalan setapak yang menghubungkan dua Rukun Tetangga serta pembicaraan yang terjadi di antara mereka, atau di pohon tempat saya saat ini, tersembunyi, nyaman dan memiliki daerah pantau yang cukup luas. Banyak hal & permainan yang bisa dilakukan untuk menghabiskan waktu di lahan luas ini : cari buah, main kincir daun (daun singkong atau pepaya), panah dengan ilalang, tombak dengan batang-batang pohon muda, angsa-angsa'an yang dibuat dengan jenis bunga tertentu, gelembung sabun dari pohon sejenis biji karet kecil, mencari serangga, mencari ikan gabus di kubangan lumpur, perosotan di tanah berbukit, mencari benda-benda dan masih banyak lagi. Saya benar-benar menikmatinya, hingga pada akhirnya tersadar, ah.. ternyata hanya sepotong kisah masa kecil.
catatan : saat ini tanah 'jajahan' itu sudah berubah menjadi sebuah bangunan besar, sedangkan lahan luas yang masih tersisa terlindung oleh tembok beton yang dipancang mengeliling.
catatan : saat ini tanah 'jajahan' itu sudah berubah menjadi sebuah bangunan besar, sedangkan lahan luas yang masih tersisa terlindung oleh tembok beton yang dipancang mengeliling.
Wednesday, March 29, 2006
Tuesday, March 28, 2006
ie & firefox
blog ini jika dilihat dengan menggunakan ie lumayan rapih, tapi kalo dilihat pake mozilla firefox jadi berantakan :D. kapan-kapan dibenerin lagi.
~aneh
~aneh
Thursday, March 23, 2006
Sedikit tulisan
(mode sok tahu : ON)
Paradigma berpikir
Terkadang ketika kita menghadapi sebuah hal, tanpa banyak tahu mengenai hal tersebut kita bisa memberikan judgement, wajar saja, tidak bisa disangkal juga bahwa sesuatu yang telah kita lakukan tersebut terkadang tidak sesuai dengan yang kita kira sebelumnya, nah di sinilah letak paradigma diposisikan, alangkah baiknya sebelum kita memberikan judgment dan melakukan penyikapan, sejauh mungkin kita memposisikan diri pada berbagai "pos" (individu, keadaan, waktu, tempat dan sebagainya), dengan begini mudah-mudahan didapatkan sudut pandang yang berbeda dan pada akhirnya bisa memberikan alternatif penyikapan yang berbeda pula pada hal-hal yang dihadapi.
Kondisi Cuaca
Dalam minggu terakhir ini, angin benar-benar semarak, (AFAIK) dari pengamatan gue, angin bergerak dari arah barat daya-barat-barat laut ke timur, jika posisi kita berada di Jakarta, daerah arah mata angin tersebut terhadap Indonesia, vegetasi yang ada merupakan hutan hujan tropis, sama halnya untuk Indonesia terhadap Asia, mungkin ini penyebab curah hujan yang cukup tinggi. Ada hal yang menyenangkan setelah hujan, jika hujannya terjadi di siang-sore hari, biasanya langit di malam hari benar-benar cerah, dengan begini benda-benda langit bisa terlihat lebih jelas dibanding hari biasanya, seperti malam ini, bintang-bintang di daerah langit barat bertaburan, sangat menarik. Di sisi lain, ada juga yang tidak menyenangkan, bencana banjir, di daerah perkotaan maupun pedesaan tidak lepas dari masalah yang satu ini.
(mode aneh : ON)
Blog-Ku Sayang Blog-Ku Malang
Gue sedang memahami si blog nih, jarang diisi dan terkesan tidak terurus, tapi untungnya si blog ngga rewel dan bawel sih atau sampai bersikap manja dengan merengek-rengek, dari tulisan di atas (paradigma berpikir) mungkin si blog sudah sampai pada pemahaman alternatif dalam bersikap, jadi dia ngga terlalu banyak menuntut tuannya, paling tidak dia bisa memposisikan diri 'cuti' untuk menampilkan tulisan tuannya tanpa memiliki batas waktu yang ditentukan, santai aja ya, yang ngerti kan cuma kau dan aku :D.
Penutup
Sepertinya gue terlalu sok tahu :D
mode sok tahu : OFF
mode aneh : OFF
Paradigma berpikir
Terkadang ketika kita menghadapi sebuah hal, tanpa banyak tahu mengenai hal tersebut kita bisa memberikan judgement, wajar saja, tidak bisa disangkal juga bahwa sesuatu yang telah kita lakukan tersebut terkadang tidak sesuai dengan yang kita kira sebelumnya, nah di sinilah letak paradigma diposisikan, alangkah baiknya sebelum kita memberikan judgment dan melakukan penyikapan, sejauh mungkin kita memposisikan diri pada berbagai "pos" (individu, keadaan, waktu, tempat dan sebagainya), dengan begini mudah-mudahan didapatkan sudut pandang yang berbeda dan pada akhirnya bisa memberikan alternatif penyikapan yang berbeda pula pada hal-hal yang dihadapi.
Kondisi Cuaca
Dalam minggu terakhir ini, angin benar-benar semarak, (AFAIK) dari pengamatan gue, angin bergerak dari arah barat daya-barat-barat laut ke timur, jika posisi kita berada di Jakarta, daerah arah mata angin tersebut terhadap Indonesia, vegetasi yang ada merupakan hutan hujan tropis, sama halnya untuk Indonesia terhadap Asia, mungkin ini penyebab curah hujan yang cukup tinggi. Ada hal yang menyenangkan setelah hujan, jika hujannya terjadi di siang-sore hari, biasanya langit di malam hari benar-benar cerah, dengan begini benda-benda langit bisa terlihat lebih jelas dibanding hari biasanya, seperti malam ini, bintang-bintang di daerah langit barat bertaburan, sangat menarik. Di sisi lain, ada juga yang tidak menyenangkan, bencana banjir, di daerah perkotaan maupun pedesaan tidak lepas dari masalah yang satu ini.
(mode aneh : ON)
Blog-Ku Sayang Blog-Ku Malang
Gue sedang memahami si blog nih, jarang diisi dan terkesan tidak terurus, tapi untungnya si blog ngga rewel dan bawel sih atau sampai bersikap manja dengan merengek-rengek, dari tulisan di atas (paradigma berpikir) mungkin si blog sudah sampai pada pemahaman alternatif dalam bersikap, jadi dia ngga terlalu banyak menuntut tuannya, paling tidak dia bisa memposisikan diri 'cuti' untuk menampilkan tulisan tuannya tanpa memiliki batas waktu yang ditentukan, santai aja ya, yang ngerti kan cuma kau dan aku :D.
Penutup
Sepertinya gue terlalu sok tahu :D
mode sok tahu : OFF
mode aneh : OFF
Monday, March 13, 2006
Pengobral Dosa
Iwan Fals - Pengobral Dosa
Di sudut dekat gerbong yang tak terpakai
Perempuan ber make-up tebal dengan rokok di tangan
Menunggu tamunya datang
Terpisah dari ramai
Berteman nyamuk nakal dan segumpal harapan
Kapankah datang tuan berkantong tebal
Reff:
Habis berbatang-batang tuan belum datang
Dalam hati resah menjerit bimbang
Apakah esok hari anak-anakku dapat makan
Oh Tuhan beri setetes rezeki
Dalam hati yang bimbang berdoa
Beri terang jalan anak hamba
Kabulkanlah Tuhan
comment: ironi bos ..
Di sudut dekat gerbong yang tak terpakai
Perempuan ber make-up tebal dengan rokok di tangan
Menunggu tamunya datang
Terpisah dari ramai
Berteman nyamuk nakal dan segumpal harapan
Kapankah datang tuan berkantong tebal
Reff:
Habis berbatang-batang tuan belum datang
Dalam hati resah menjerit bimbang
Apakah esok hari anak-anakku dapat makan
Oh Tuhan beri setetes rezeki
Dalam hati yang bimbang berdoa
Beri terang jalan anak hamba
Kabulkanlah Tuhan
comment: ironi bos ..
Subscribe to:
Posts (Atom)
