Sunday, August 22, 2010

Up in the Air

Salah satu film yang menurut saya bagus. Film dengan tema drama yang menggambarkan kehidupan seorang staff perusahaan yang mengharuskan bepergian dari satu tempat ke tempat lainnya untuk menjalankan tugasnya sebagai pemecat pekerja.

Kehidupan yang dijalani oleh tokoh utama :Ryan Bingham penuh dengan kebebasan, menyukai kehidupan bepergian, penikmat kesendirian dan jarang bertemu dengan keluarga. Cara berpikir yang dimilikinya terhadap kehidupan berkeluarga menjadikan dirinya seorang yang anti untuk memiliki pasangan hidup. Karena dalam pandangannya, menjalani kehidupan dengan pasangan maupun keluarga sama sekali tidak berarti, karena pada akhirnya ia akan sendiri.

Hingga pada suatu saat ia bertemu dengan Alex Goran dan Natalie Keener. Dua orang yang memasuki kehidupan pribadi dan karirnya. Berbagai hal yang dialami oleh Ryan dengan kedua orang tersebut memberikan pengaruh terhadap pandangannya selama ini. Pada titik tertentu, Ryan tersadar akan kehidupan yang selama ini dijalaninya dan mencoba untuk merubahnya. Walaupun pada akhirnya impian yang diharapkannya tidak terwujud.

Film ini sedikit memberikan pencerahan pada saya. Berbagai hal yang terjadi bisa memberikan pemahaman terhadap komponen penyusun manusia. Bahwa manusia selain terdiri dari fisik, ia juga dibekali dengan akal dan rasa. Baik akal dan rasa bisa menuntun seseorang pada sebuah keputusan dan tindakan. Kedua hal tersebut bisa bersatu padu namun bisa juga bertolak belakang.

Selain itu, film ini juga mengingatkan saya tentang keterkaitan usaha dan hasil. Bahwa tidak selamanya, apa yang kita inginkan --bahkan yang kita pandang untuk menuju sebuah kebaikan-- lalu kita usahakan dengan sebaik-baiknya akan dapat terwujud. Karena pada akhirnya semua akan kembali kepada yang maha pembuat keputusan.

Referensi :

Up in the Air

Monday, August 16, 2010

Supir Taksi

Malam ini saya kembali menggunakan taksi sebagai sarana transportasi untuk menuju rumah. Selain lokasi yang cukup sulit untuk mendapatkan angkutan umum jika sudah larut malam, saya juga ingin sedikit menikmati suasana santai di malam hari sambil sedikit bernostalgia.

Taksi yang saya tumpangi malam ini adalah mobil sedan baru, ketika saya tanyakan kepada Pak Supir, dia menjawab "memang baru mas, baru satu bulan" jawabnya. Untuk mengusir kepenatan akhirnya saya mencoba untuk memulai pembicaraan --sesuatu hal yang sangat jarang saya lakukan--, pembicaraan yang saya lakukan juga pembicaraan hapalan yang telah berkali-kali saya latih ketika transportasi taksi sering saya gunakan ketika bekerja di daerah Tangerang. Ketika itu rute yang sering saya lewati adalah karawaci - BSD - TB. Simatupang - Ciracas dan Tempat tinggal - Bandara Soeta.

Dengan jarak yang cukup jauh serta perjalanan malam hari yang cukup panjang, kemampuan mengobrol benar-benar diperlukan guna menjaga agar Pak Supir tetap terjaga ketika mengemudikan taksi. Berdasarkan pengalaman, beberapa kali taksi yang saya tumpangi sepertinya tidak terkontrol karena Pak Supir yang kelelahan dan mengatuk ketika mengemudi karena suasana yang sunyi senyap.

Obrolan malam ini seputar kehidupan mengemudi yang dijalani oleh Pak Supir. Mobil baru yang saya tumpangi malam ini adalah hasil jerih payah Pak Supir. Ia telah memberikan uang muka sebesar Rp.8.000.000, dalam 6 tahun ke depan mobil tersebut bisa dimilikinya dengan syarat ia memberikan setoran per hari sebesar Rp.285.000. Untuk memenuhi persayarat tersebut beberapa kali ia menekankan tentang keharusannya untuk bekerja keras. Ia bekerja dari pagi hari hingga pukul 1 dini hari, penghasilan yang didapat per hari berkisar antara Rp.100 K - 200 K walaupun kadang ia harus menanggung kerugian jika sepi penumpang. Ia merasa sangat bersyukur atas apa yang didapatkannya saat ini.

Lalu, kemarin saya melihat sebuah foto seorang buruh kasar yang bekerja di sebuah kapal tongkang. Dengan wajah lelah serta pakaian lusuh ia duduk di antara drum-drum minyak dengan warna hitam pekat serasi antara tubuh dan sekitarnya. Di foto tersebut tertulis, inilah wajah pekerja untuk modernisasi Cina, mereka tidak banyak bicara, bekerja keras dan pekerjaan terselesaikan dengan baik. Mereka pulang dalam keadaan kelelahan, kotor dan masih berada dalam keadaan miskin. Begitu juga untuk para petani, mereka pergi di pagi hari, melakukan pekerjaan keseharian yang melelahkan, kembali pulang pada sore hari dan tidak membicarakannya. Yang perlu dilakukan adalah makan dan beristirahat untuk kembali memulai hari esok.

Kemudian membanding-bandingkan dengan kehidupan super nyaman yang saya jalani selama ini, sama sekali tidak sebanding. Di belahan bumi yang lain orang bekerja setiap saat hingga melupakan arti rasa kejenuhan. Di belahan bumi yang lain, ketika malam hari tiba orang berpikir bagaimana untuk tetap bernyawa hingga besok pagi. Di belahan bumi yang lain orang berpikir apa yang akan saya lakukan supaya bisa tetap bertahan hidup.

Sepertinya saya masih harus banyak belajar dari orang-orang tersebut untuk membungkam rengekkan serta keluh kesah diri yang manja.

Thursday, March 11, 2010

Orientasi

Sampai kehilangan orientasi mengapa harus pulang kecuali untuk tidur, kalo pada akhirnya sesampainya di rumah masih buka file-file pekerjaan juga :D

Friday, January 01, 2010

Tahun Baru 2010

Menyambut tahun baru hampir selalu diwarnai dengan keramaian dan kemeriahan. Gue sedang membayangkan, berapa ton kembang api yang terbakar di malam pergantian tahun, berapa besar sumbangan sampah karbon di udara, berapa watt listrik yang digunakan untuk acara-acara perayaan, berapa liter bahan bakar yang digunakan oleh kendaraan bermotor yang lalu lalang sepanjang malam pergantian tahun. Harga mahal untuk sebuah momen.

Di sisi lain, kegiatan menyambut tahun baru mendatangkan keuntungan bagai para pedagang dan penyedia jasa, keramaian identik dengan meningkatnya pendapatan mereka. Seperti diberitakan di TV, untuk para penyedia jasa angkut perahu di Ancol, mereka bisa mendapatkan hasil 8 kali lebih banyak dibandingkan hari libur biasa. Begitu juga untuk para pedagang kecil yang menjual makanan, minuman dan pernak-pernik tahun baru, sepanjang sore menjelang tahun baru, gue melihat banyak sekali yang berada di sepanjang jalan untuk menjajakkan dagangannya.

Hal lain lagi, ternyata perubahan satu dijit pada bilangan tahun sangat berpengaruh bagi banyak orang untuk membuat resolusi, serta berusaha untuk menjadi lebih baik daripada tahun sebelumnya. Menarik.

Salam.

Monday, August 03, 2009

Quote of the day


"The wise man in the storm prays to God, not for safety from danger, but deliverance from fear."


~ Ralph Waldo Emerson

Thursday, May 07, 2009

Menyusut

Seharusnya pagi ini seperti biasa, tapi tadi lain, ketika bepergian menggunakan bus umum. Kp. Rambutan - Kota (Patas 10, warna putih), aku duduk di kursi bagian belakang yang kosong, tidak membaca buku, koran ataupun mendengarkan musik. Tapi tidur. Ketika bangun, aku terkejut, entah berada dimana, kulihat lahan lapang berwarna biru, atap luas dengan pola, angin bertiup panas sepoi. Segera tersadar, duh! sepertinya bentuk-bentuk tersebut sering kulihat, hanya saja dalam bentuk yang sangat besar, kursi, langit-langit, saluran pendingin udara, tirai, semua ada dalam bus kota. Kusadari, ternyata tubuhku menyusut. Mata kupejamkan, ingin tidur lagi, berharap hanya mimpi. Tidur. Bangun. Ternyata masih sama, artinya aku terjebak dalam mimpi. Asik.

Friday, March 13, 2009

Sore Hari di Lombok

Awalnya mau cari matahari tenggelam, sedikit kecewa karena kondisi langitnya berawan. Akhirnya dapat gambar di bawah, dan ternyata komposisi warna langitnya bagus !!. Ya, mudah-mudahan jiwa gue tidak akan pernah lelah, lupa ataupun bosan untuk mendapatkan dan menikmati hal seperti ini, sampai kapanpun (apa coba.. :P). Selamat berakhir pekan semua :D


Ampenan - Lombok



Lembar - Lombok


Saturday, December 20, 2008

Sedang Bosan

Tidak akan kulewatkan suasana ini, kuturunkan kaca pintu mobil ini hingga tuasnya tak dapat kuputar lagi. Hembusan angin segar mengisi paru-paruku, padang ilalang berbukit, jalanan aspal halus berliuk naik dan turun, danau-danau kecil yang bersambungan di antara perbukitan kecil, sesekali terlihat di pinggirannya beberapa perahu kecil yang tertambat di sela-sela rimbunnya tanaman khas rawa. Mata ini sudah kantuk, tapi benar-benar tidak ingin terlewat keindahan alam yang menggoda dengan segala pesonanya.

Kutemui sepanjang jalan manusia Indonesia dengan ras berbeda, sesekali terlihat pandangan menyelidik mereka pada diriku ketika kendaraan ini melintas. Manusia dari jawa, mungkin begitu pikirnya.

Sementara pengemudi di sebelahku tetap mengendarai kendaraan ini dengan sangat cekatan, ditemani sesekali gemeretak suara tembakau rokok kretek yang terbakar. Tidak banyak bicara. Hanya beberapa kali membuyarkan keasyikanku. Ketika berada pada suatu daerah tertentu dia berkata "Mas, itu perbatasan dengan PNG". Lain waktu, ketika kami melintas di sebuah danau kecil, dari kejauhan terlihat bangunan kayu memanjang yang berada pada sudut perbukitan, ia menjelaskan bahwa bangunan itu adalah tempat prostitusi.

Kurang lebih perjalan 40 menit, sesudah melintasi jalan yang berada di antara perbukitan, kami menyusiri jalanan menurun yang menuju kota, dari kejauhan terlihat keramaian kota dan segala aktivitasnya. Kota tersebut, di satu sisi dikelilingi perbukitan, sedangan di sisi lain dibatasi dengan garis pantai. Hmm..indah.. gumamku.

ps : yang sedang bosan dan ingin sekali traveling, tapi sepertinya harus diundur :P

Wednesday, November 12, 2008

Bus TK

Pagi ini ada kejadian menarik, ketika terjebak kemacetan, bus umum yang saya tumpangi berada tepat berdampingan dengan sebuah bus wisata taman kanak-kanak. Segera saja masing-masing anak mengekspresikan dirinya. Mulanya hanya satu-dua anak, mungkin karena kegaduhan yang ditimbulkan akhirnya mempengaruhi anak-anak lain yang berada di dalam bus tersebut, hingga akhirnya sebagian besar dari mereka menjadi sangat ekspresif. Ada yang tertawa-tawa sambil menunjuk-nunjukkan tangannya ke arah penumpang yang berada di dalam bus yang saya tumpangi, ada yang melet --menjulurkan lidahnya-- berulang-ulang :D, ada yang melambai-lambaikan tangannya, ada yang tersenyum manis, ada yang tertawa-tawa sambil berkelompok, dan ada pula yang tidak terusik sama sekali, terlihat diam dan tenang.

Saya coba perhatikan secara seksama anak-anak tersebut, sedikit melamun, bisa jadi yang sekarang terlihat riang-ekspresif, ketika dewasa nanti menjadi seorang tenang dan kalem, begitupula sebaliknya, yang terlihat tenang dan pendiam, justru ketika dewasa akan lebih ekspresif. Entahlah. Yang jelas, nuansa lepas, ringan, riang dan gembira benar-benar terasa di dalam bus tersebut. Lalu sedikit menyimpulkan, bahwa kehidupan jauh lebih sederhana ketika kita muda :D.

Tuesday, October 28, 2008

Then I Realize

People surround me are great. They're inspiring me with their talents and uniqueness. How lucky i am to know you guys. Thanks.

Monday, October 13, 2008

Living Life Consciously (?)

Kali ini saya merasakan kantuk yang teramat sangat. Tadi sempat sekian detik hilang kesadaran, hormon santai saya mulai bekerja, rasanya nyaman, pikiran menjadi tenang, gelap dan blup!! terang lagi. Ya ampun, tadi saya tertidur sebentar. Setelah sedikit sadar, saya coba cari kegiatan menarik untuk mengalihkan rasa kantuk.

Blog. Entah sejak kapan blog jadi amat sangat nge-trend. Dari yang santai hingga serius. Dari yang curhatan hingga saran. Dari biasa hingga ingin dikenal. Terserah saja. Kali ini, dengan jangka waktu yang sudah sekian lama akhirnya saya mencoba untuk menulis di blog lagi. Semata-mata untuk mengalihkan rasa kantuk dengan cara menulis.

Hari sabtu kemarin saya bertemu dengan rekan-rekan kerja dari pabrik sebelumnya. Pabrik penyedia jasa infrastruktur komunikasi. Tepatnya penyedia tempat singgah burung merpati penghantar pesan. Kami membuat tempat singgah burung merpati yang tepat guna. Tapi saya tidak akan bercerita panjang lebar mengenai topik tersebut. Saya akan sedikit bercerita mengenai sedikit topik pembicaraan kami, dimana saya lebih suka untuk sedikit bicara, bengong, tertawa dan mendengar.

Di sela-sela waktu obrolan kami ketika sedang membicarakan keberadaan rekan-rekan lain yang tidak bisa hadir, saya bertanya, bagaimana kabarnya rekan x. Dan serta merta banyak yang memberikan informasi. Ternyata sekarang rekan x sudah menjadi seorang petani di yogyakarta, mendalami kegiatan seni dan kebudayaan, jadi juru kunci di salah satu makam, punya kegiatan menyiram tanaman di pagi dan sore hari serta punya kegiatan berbagi pengetahuan dengan orang sekitar. Sayangnya semua disampaikan dengan nada seolah rekan x seorang sakit jiwa / gila. Lantaran dia berubah ekstrim dari kehidupan sebelumnya. Dari sekian cerita yang saya dengar, kesimpulan yang dapat saya ambil, sepertinya rekan x mengalami sebuah perjalanan pemahaman kehidupan yang luar biasa hebat, hingga dia bertindak demikian. Sedikit sok tahu, saya menyebutnya sebagai "menghidupi kehidupan secara sadar". Saya tidak setuju jika orang-orang seperti ini disebut sakit jiwa / gila.

Begitulah, terlalu sering saya melihat dan mendengar bahwa orang yang punya pola pikir sedikit saja berbeda dengan orang kebanyakan, berbagai sebutan kurang baik sudah ada pada dirinya. Terlepas dari hal itu, saya salut untuk orang yang punya keberanian untuk memilih jalan kehidupannya sendiri secara sadar. Dan mudah-mudahan setiap dari kita memiliki keberanian tersebut. Dan, sepertinya saat ini rasa kantuk saya sudah hilang. He..he.. baguslah.

Thursday, September 18, 2008

Life Purpose

Thursday, August 28, 2008

Tentang Laut














Malamnya bisa memandang langit penuh bintang bertaburan acak, terang-benderang bulan purnama, debur ombak dan angin laut dingin yang berhembus. Awan yang bergerak sangat cepat. Kadang menutupi cahaya bulan. Hingga cahaya lampu redup bisa jadi harapan untuk menemukan sesuatu.

Siangnya terlihat hamparan biru laut luas yang membentang tanpa batas, birunya kontras pada pertemuan langit dan laut, pantainya juga, mulai dari serpihan karang sampai butiran pasir yang sangat lembut. Anginnya segar menerpa dan bebas polusi. Bicara mengenai impian yang terwujud, bikin jantung ini berdebar-debar saja, mabuk kepayang, asal jangan sampai cengeng, lalu terlihat :D.

Terlalu banyak menjumpai tempat indah juga kadang membuat bosan, tapi tersadar bahwa tak lama pasti akan merindukan, makanya ditahan-tahan. Berusaha melihat, mendengar dan merasakan dengan detail setiap hal yang ditemui, lalu berusaha mengingatnya baik-baik, hingga rasa lelah terkalahkan. Terima kasih untuk teman-teman seperjalanan :).

* gambar diambil di sini

Thursday, May 15, 2008

gelap-terang

rasanya kurang asik kalo bicara panjang lebar mengenai gelap tapi di tempat terang, lagipula tahu bukan berarti paham, apalagi kalo tahu gelap cuma karena ada terang, lebih parah karena cuma kata orang.

eh.. yang di tempat gelap juga jangan mengajak yang ada di tempat terang ikut-ikutan masuk ke tempat gelap, gelap ditinggali sendiri saja, terang baru berbagi, mau bergelap-gelapan ya sadari, tujulah sudut dan kasih peringatan.

lalu, kalo cuma ada gelap dan terang, yang redup dimana ?

Wednesday, May 14, 2008

Wot's...uh deal


Heaven sent the promised land
Looks alright from where I stand
Cause I'm the man on the outside looking in

Waiting on the first step
Show where the key is kept
Point me down the right line because it's time

To let me in from the cold
Turn my lead into gold
Cause there's chill wind blowing in my soul
And I think I'm growing old

Flash the red is wots...uh the deal
Got to make to the next meal
Try to keep up with the turning of the wheel.

Mile after mile
Stone after stone
Turn to speak but you're alone
Million mile from home you're on your own

So let me in from the cold
Turn my lead into gold
Cause there's chill wind blowing in my soul
And I think I'm growing old

Fire bright by candlelight
And her by my side
And if she prefers we will never stir again

Someone said the promised land
And I grabbed it with both hands
Now I'm the man on the inside looking out

Hear me shout "Come on in,
What's the news and where you been?"
Cause there's no wind left in my soul
And I've grown old

~pink floyd~

Friday, March 28, 2008

Akhir pekan

Diantara beragamnya kegiatan akhir pekan yang gue lakukan, salah satu yang menarik adalah jalan-jalan di pagi hari. Langitnya biru cerah, sinar mataharinya hangat, udaranya segar. Dimulai dari menyusuri suasana pagi lingkungan perumahan, lalu menyusuri jalan setapak yang dibatasi ilalang dan tanaman palawija, dilanjutkan dengan menyusuri jalan aspal dengan suasana keramaian akhir pekan, ada yang bermain badminton, berlari ataupun sekedar bercengkrama. Dari anak-anak, remaja hingga orang tua. Perjalanan diakhiri dengan sarapan pagi, gue suka bubur ayam. Sembari menikmati keramaian yang ada. Benar-benar sempurna.

Di pagi hari pada akhir pekan ini sepertinya gue tidak akan merasakan hal yang gue tuliskan di atas. Hanya saja gue akan merasakan keramahan lalu-lintas kota Jakarta yang cuma bisa dirasakan hari sabtu dan minggu. Pernah membayangkan, seandainya setiap hari lalu-lintas kota Jakarta seperti sabtu atau minggu pagi ?, hmm..

Selamat berakhir pekan semua :)

Wednesday, February 13, 2008

Merah putih

Beberapa kali gue bertemu dengan client yang cerdas. Mereka benar-benar tahu kemampuan perangkat yang dibelinya, bagaimana mengintegrasikannya dengan perangkat yang ada sehingga menghasilkan solusi untuk kebutuhan perusahaan kedepan. Justru gue yang malah banyak belajar dari mereka. Senang juga rasanya.

Kadang terpikir juga, gue (70 %) percaya kalo para pemimpin negeri ini orang-orang yang memiliki kemampuan untuk memberikan hasil kerja yang baik. Setidaknya dari pengamatan gue pribadi, cukup banyak orang pintar yang memegang peranan penting dalam kepemimpinan. Kalau hasilnya ngga ada, lalu salahnya dimana ?, meminjam komentar teman "sebenarnya cuma masalah keselarasan nilai aja sih, sikap mental..".

Atau komentar teman lain bicara tentang negeri, "ibarat atlet yang sudah kelelahan dan ngga tahu kalo ketinggalan, masih mending kalau diam di tempat, ini malahan mundur..", Ah sinis sekali.

Foto YM gue masih bendera merah putih.

Friday, December 21, 2007

Bunga


Suatu saat rumput kecil berkata kepada teman-temannya "teman-temanku, alangkah indah menjadi tumbuhan berbunga, jauh lebih tinggi dibandingkan kita, paling mudah mendapatkan hangat sinar matahari dan embun di pagi hari, kumbang-kumbang pun tidak akan melewatkan keindahan mahkota nan indah berwarna cerah. Coba lihat diri kita ini, benar-benar terdesak, hidup berhimpit di antara kebesaran tumbuhan lainnya, tak jarang kehidupan dicabut karena dianggap tanaman pengganggu, air yang kita dapatkan hanya tetesan dari tumbuhan lainnya, sinar matahari hanya redupannya saja. Ingin sekali aku menjadi pohon bunga itu."

"Ya Tuhanku, penguasa alam semesta, tunjukkanlah kuasamu atas diriku, ubahlah diriku menjadi tanaman bunga yang paling tinggi di antara tumbuhan semak lainnya, berikanlah aku perhiasan yang paling indah di antara sesamaku, luluskanlah permintaanku dan aku akan sangat berterimakasih". Dari sebuah malam yang panjang, rumput kecil terbangun dari tidur lelapnya sepanjang malam. Ketika matanya terbuka, alangkah terkejutnya dirinya mendapati
pemandangan di sekelilingnya, biru langit dan hangat sinar matahari menerpa tubuhnya, hamparan keindahan terlihat luas tak berbatas dihembus angin sejuk pagi hari. Terang benderang warna mahkota bunga yang tersemat pada dirinya mengundang kumbang yang datang untuk mengambil nektar lembut yang tersimpan. "Ah, aku adalah sebuah pohon berbunga!!, terima kasih Tuhanku, lihatlah diriku teman-teman kecilku, kalian harus berada di tempat ini satu saat. Seluruh keindahan terlihat di sini. Dunia kalian bukan duniaku. Saat ini aku si Tumbuhan berbunga, sedangkan kalian hanyalah rumput kecil".

Waktu berlalu, si tumbuhan berbunga benar-benar menikmati keberadaan dirinya, hingga pada satu saat, hujan yang disertai angin kencang memusnahkan semua yang dilaluinya, tidak terkecuali si tanaman berbunga. Setelah badai tersebut reda, tubuh si tanaman berbunga luluh-lantak karena terpaan badai tersebut, di ujung sisa hayatnya banyak teman-teman yang bersedih atas kepergian dirinya, mereka menyesalkan keberadaan si tumbuhan berbunga, andai saja ia tetap menjadi si rumput kecil bisa dipastikan keadaannya tidak seperti saat ini. Pada kenyataannya rumput-rumput kecil bisa bertahan lebih baik dibandingkan tumbuhan yang lebih tinggi, akar mereka yang kuat serta daunnya yang kecil menyelamatkannya.

Si tanaman berbunga yang sudah berada di ambang kematian tersenyum, ia sama sekali tidak menyesal menjadi tumbuhan berbunga walaupun pada akhirnya hanya kebinasaan yang didapatnya. Menjadi tumbuhan berbunga memberikan sebuah pengalaman kehidupan yang sangat luar biasa, tidak mungkin didapatkannya jika hanya menjadi rumput kecil yang terhimpit di dasar belukar. "Aku sama sekali tidak menyesal, aku benar-benar berbahagia pada akhir hayatku saat ini, terima kasih atas kemurahan Tuhan penguasa alam semesta, satu saat kalian harus berada di atas sana kawan-kawanku". Si tumbuhan berbunga mati sambil tersenyum.

--

Entah dimana cerita ini pernah gue baca, kurang lebih intinya seperti di atas, yang jelas ceritanya lebih menarik daripada tulisan yang gue buat sekena'nya :P. Ceritanya bagus & memberikan inspirasi.

Wednesday, December 12, 2007

2 Menit

Benar-benar panas dan sesak, lampu lalu-lintas baru saja merah, kepul asap kendaraan yang berhenti seperti kabut. Serempak 2 orang anak turun dari pijakan pintu Bus bagian depan, lalu menuju ke pintu bagian belakang, sedangkan 2 anak yang lain tetap berdiri di pintu bagian belakang. 2 menit. Waktu yang cukup untuk lempar canda-tawa ataupun obrolan, kadang terdengar celetukan dengan kata kasar. Asik dengan aktivitasnya dan acuh dengan keadaan sekitar, entah roda truk besar, mobil mewah, tukang buah, penumpang lain, pengemis, benar-benar dunia yang tidak bisa dibohongi. Celingak-celinguk, siapa kiranya yang merubah keadaan sekitar, tiang listrik dan telepon jadi barisan tanaman buah, rumah kabel jadi pohon bunga, asap kendaraan jadi udara segar, kendaraan bermotor jadi binatang yang merumput. Ah itu dia. Apa kamu lihat-lihat ?!, makanya punya sayap!!

Di sebuah tempat makanan cepat saji, produk budaya yang disebut moderen, seorang anak perempuan asik menikmati ayam goreng, segumpal nasi putih dan sekotak kentang goreng. Tak lupa coke. Di hadapannya dua manusia sedang berbicara serius, kadang terdengar suara bentakan dan perdebatan keras antar keduanya. Hup!! tulilah sementara kamu nak, nikmati saja semua makanan itu, walaupun katanya miskin nilai gizi, tapi jauh lebih baik dibandingkan mendengarkan pembicaraan dua manusia di depanmu.

Thursday, December 06, 2007

Konteks Kehidupan

Konteks kehidupan adalah cara pandang seorang manusia terhadap masyarakat dan lingkungan dimana dia berada, cara pandang ini dipengaruhi oleh pengalaman manusia tersebut. Secara berkelanjutan konteks kehidupan akan membentuk sebuah nilai dasar kehidupan seseorang, dengan adanya nilai dasar, seorang manusia memiliki kemampuan menghidupkan kehidupannya.

~sok tahu~