Monday, August 03, 2009

Quote of the day


"The wise man in the storm prays to God, not for safety from danger, but deliverance from fear."


~ Ralph Waldo Emerson

Labels:

Thursday, May 07, 2009

Menyusut

Seharusnya pagi ini seperti biasa, tapi tadi lain, ketika bepergian menggunakan bus umum. Kp. Rambutan - Kota (Patas 10, warna putih), aku duduk di kursi bagian belakang yang kosong, tidak membaca buku, koran ataupun mendengarkan musik. Tapi tidur. Ketika bangun, aku terkejut, entah berada dimana, kulihat lahan lapang berwarna biru, atap luas dengan pola, angin bertiup panas sepoi. Segera tersadar, duh! sepertinya bentuk-bentuk tersebut sering kulihat, hanya saja dalam bentuk yang sangat besar, kursi, langit-langit, saluran pendingin udara, tirai, semua ada dalam bus kota. Kusadari, ternyata tubuhku menyusut. Mata kupejamkan, ingin tidur lagi, berharap hanya mimpi. Tidur. Bangun. Ternyata masih sama, artinya aku terjebak dalam mimpi. Asik.

Labels:

Friday, March 13, 2009

Sore Hari di Lombok

Awalnya mau cari matahari tenggelam, sedikit kecewa karena kondisi langitnya berawan. Akhirnya dapat gambar di bawah, dan ternyata komposisi warna langitnya bagus !!. Ya, mudah-mudahan jiwa gue tidak akan pernah lelah, lupa ataupun bosan untuk mendapatkan dan menikmati hal seperti ini, sampai kapanpun (apa coba.. :P). Selamat berakhir pekan semua :D


Ampenan - Lombok



Lembar - Lombok


Labels:

Saturday, December 20, 2008

Sedang Bosan

Tidak akan kulewatkan suasana ini, kuturunkan kaca pintu mobil ini hingga tuasnya tak dapat kuputar lagi. Hembusan angin segar mengisi paru-paruku, padang ilalang berbukit, jalanan aspal halus berliuk naik dan turun, danau-danau kecil yang bersambungan di antara perbukitan kecil, sesekali terlihat di pinggirannya beberapa perahu kecil yang tertambat di sela-sela rimbunnya tanaman khas rawa. Mata ini sudah kantuk, tapi benar-benar tidak ingin terlewat keindahan alam yang menggoda dengan segala pesonanya.

Kutemui sepanjang jalan manusia Indonesia dengan ras berbeda, sesekali terlihat pandangan menyelidik mereka pada diriku ketika kendaraan ini melintas. Manusia dari jawa, mungkin begitu pikirnya.

Sementara pengemudi di sebelahku tetap mengendarai kendaraan ini dengan sangat cekatan, ditemani sesekali gemeretak suara tembakau rokok kretek yang terbakar. Tidak banyak bicara. Hanya beberapa kali membuyarkan keasyikanku. Ketika berada pada suatu daerah tertentu dia berkata "Mas, itu perbatasan dengan PNG". Lain waktu, ketika kami melintas di sebuah danau kecil, dari kejauhan terlihat bangunan kayu memanjang yang berada pada sudut perbukitan, ia menjelaskan bahwa bangunan itu adalah tempat prostitusi.

Kurang lebih perjalan 40 menit, sesudah melintasi jalan yang berada di antara perbukitan, kami menyusiri jalanan menurun yang menuju kota, dari kejauhan terlihat keramaian kota dan segala aktivitasnya. Kota tersebut, di satu sisi dikelilingi perbukitan, sedangan di sisi lain dibatasi dengan garis pantai. Hmm..indah.. gumamku.

ps : yang sedang bosan dan ingin sekali traveling, tapi sepertinya harus diundur :P

Labels: