Sunday, July 29, 2012

Berhenti Sejenak

Ibarat berlari, satu saat alarm tubuh yang kelelahan dan kesakitan tidak bisa diacuhkan dengan pikiran. Memang sudah saatnya mengurangi kecepatan, berjalan atau bahkan berhenti sejenak untuk sekadar menarik nafas dalam-dalam dan meresapi keterbatasan tubuh.

Ketika tubuh sudah terasa sedikit segar, endorphin juga sudah menjalari tubuh, sudah saatnya semangat kembali dipompa, kaki dilangkahkan, lalu dipercepat. Sisa jarak yang ditempuh terasa lebih mudah, ayunan kaki terasa lebih ringan, fokus juga bisa lebih terjaga. Sekali - dua kali - tiga kali entah sampai berapa kali hal ini terjadi, tidak akan berhenti sebelum jarak digenapi.

Sekedar menyemangati diri sendiri karena bergelayut pada semangat yang berayun-ayun liar.

Saturday, June 02, 2012

Bagaimana Caranya Berusaha ?

Kata orang, kewajiban manusia adalah berusaha, hasilnya Tuhan yang menentukan. Mungkin pertanyaan yang perlu disampaikan adalah "Seberapa jauh usaha yang sudah dilakukan ?". "Seberapa keras dia berjuang untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan ?". Jika dalam ukuran seseorang, hal yang telah dia lakukan sudah sangat maksimal, sudah sewajarnya jika dia menerima segala hasil atas usahanya tersebut dengan segenap jiwa.

Gue benar-benar menyukai ketidakmampuan manusia untuk memahami rahasia kehidupan. Artinya memang bukan porsinya mansia untuk mendapatkan segala sesuatu sesuai dengan kehendaknya. Selalu ada faktor eksternal yang menjadikan sesuatu hal terjadi atau tidak. Dan seharusnya --imo-- hal ini menjadikan manusia lebih berserahdiri terhadap ketetapan yang telah ditentukan.

Dan, sejauh ini gue cukup percaya terhadap konsep timbal balik. Jika seseorang melakukan sesuatu yang bermanfaat, baik itu untuk diri sendiri, orang lain atau alam semesta, maka hasil yang baik diterimanya juga. Begitu juga sebaliknya. Jadi sebaiknya adalah kita menjadikan diri kita baik dan berusaha semaksimal mungkin.

Mungkin konsep ideal yang tepat dalam berusaha adalah :

1. Visi
2. Perencanaan
3. Lakukan dengan Metode yang tepat
4. Evaluasi

Selebihnya, segala sesuatunya kita serahkan kepada Allah SWT.  Aha.. tulisan ini sangat spesial, di hari spesial, untuk  pengingat gue atas keterbatasan manusia ;).

Sunday, May 20, 2012

Lari di Jakarta International 10 K

Alhamdulillah, hari ini bisa menyelesaikan jarak 11 KM di jakarta international 10K. Lumayan banget --untuk ukuran gue--, dengan jarak sejauh itu bisa ditempuh dalam waktu 1 jam 17 menit. Ternyata strategi istirahat dan mengkonsumsi makanan sedikit lebih banyak cukup berhasil, walaupun malam harinya tidur cuma 2 jam karena ada final liga champion --walaupun akhirnya gue ketiduran :P--. Berikut detail dari aktivitas lari pagi ini di Jakarta International 10 K. :)



note : aktivitasnya salah setting, seharusnya running bukan walking.

Friday, May 18, 2012

Lari tidak sesuai ekspektasi

Lari hari ini tidak sesuai ekspektasi, sebelumnya gue berencana untuk lari dengan  jarak 10 Km sebagai persiapan untuk mengikuti event JKI10K ya targetnya paling tidak bisa menyelesaikan lari 10 km tersebut, tidak peduli berapa lama waktunya :). Tapi hari ini, sebagai persiapan akhir cuma bisa lari 7.6 K. Sayang sekali. Padahal kondisi nafas dan detak jantung masih cukup teratur, cuma rasanya kok sama sekali ngga ada bahan bakar yang bisa dirubah menjadi tenaga. Gue yakin ini disebabkan kurangnya asupan makanan untuk lari dan kurangnya waktu untuk recovery, karena tiga hari berturut-turut ini gue selalu lari. Mungkin selama kurang lebih 1.5 hari ini gue akan coba beristirahat untuk memulihkan tenaga, sambil mengisi cadangan tenaga dengan mengkonsumsi makanan dengan porsi yang sedikit lebih banyak. Dan mudah-mudahan di hari H (20 mei 2012) nanti gue bisa menyelesaikan 10K tersebut. 

Thursday, May 17, 2012

Goblok Kolektif

Ah, sudah lama sekali tidak menulis di blog ini. Kurang lebih 8 bulan lalu tulisan terakhir dibuat. Pada tulisan kali ini gue akan berkeluh kesah mengenai ketidakpedulian orang-orang yang tinggal dijakarta, utamanya pengedara kendaraan bermotor roda dua dan angkutan umum. Memang luar biasa sekali kehidupan di Jakarta ini, setiap orang diburu waktu, sampai-sampai tidak peduli dengan orang lain. 

Mungkin bukan cuma gue yang kesal melihat pengguna kendaraan roda dua yang seenak jidatnya bawa kendaraan, berjalan di  trotoar untuk pejalan kaki, melintasi lampu merah, melawan arus lalu lintas dan sebagainya. Yang mengherankan lagi hal ini biasanya tidak dilakulan 1 atau 2 pengendara, bahkan sekelompok pengendara melakukan hal ini secara bersamaan, gue menyebutnya goblok kolektif. Pernah suatu saat di sebuah persimpangan, ketika lampu hijau masih menyala dan gue berusaha melintas, karena kebetulan posisi kendaraan gue berada cukup jauh di belakang dan dalam keadaan menyusul, sedangkan arus utama sudah melintas terlebih dahulu maka gue melintasi persimpangan itu sendirian. Akhirnya karena merasa jalanan cukup lengang, pengedara motor yang berasal dari arah yang berbeda berusaha untuk melintasi lampu merah yang menyala tersebut. Kontan saja gue menyalakan klakson berkali-kali untuk memperingatkan mereka bahwa ada kendaraan yang masih melintas, dan anehnya ketika gue berpapasan dengan mereka di persimpangan lampu merah tersebut. Justru yang teriak dan memaki dengan kata-kata kasar adalah pengendara-pengendara tersebut. Cuma bisa menghela nafas, sambil ngedumel "goblok kolektif". 

Lain lagi dengan angkutan umum, dari minibus sampai bus sedang, mereka berhenti, benar-benar seenaknya saja. Kalaupun berjalan, dengan arogannya melintas dan membahayakan pengendara kendaraan lainnya. Benar-benar kampret. Jika melihat dari kondisi kendaraan, banyak sekali yang mengeluarkan asap pekat --pertanda mesinnya tidak layak--, akhirnya cuma menghasilkan polusi udara.

Gue kadang bertanya-tanya, apa yang bisa membuat manusia --yang katanya-- berada dalam hirarki tertinggi makhluk hidup di dunia ini bisa berprilaku dan bertindak seperti itu. Idealnya --menurut pengetahuan gue-- seharusnya manusia bisa lebih bijaksana dalam bertindak, bahwa manusia adalah makhluk yang dibekali oleh akal dan jiwa, yang membedakan dirinya dengan binatang. Mungkin juga gue tidak luput dari kerendahan-kerendahan semacam itu.

Sunday, September 04, 2011

Waktu


Kata orang umur itu sesuatu yang merayap tanpa disadari.
Seiring berjalannya waktu, tahu-tahu sudah tua.
Mari kita mengerat daging dari tubuh.
Menumbuhkan uban di kepala.
Menambah keriput di kulit.
Selalu mengingat kematian dan tak lupa untuk bersenang-senang.

Monday, June 20, 2011

Lari

Kira-kira 8 bulan terakhir, ketika gue mengetahui bahwa ada seorang teman di tempat bekerja yang mempunyai hobi lari, akhirnya sedikit terpengaruh untuk mencoba olahraga ini, beda sekali levelnya dengan gue, yang masih pemula. Teman yang satu ini kurang lebih sudah 2 tahun berlari, dengan jadwal lari intensif. Asupan gizi serta berbagai tips kesehatan dijalaninya dengan disiplin. Hasilnya, tubuh yang dulu berlebihan lemak, saat ini terlihat lebih ramping dan tentunya terlihat secara kasat lebih sehat. Selain itu, dia juga sering mengikuti acara-acara lari yang diselenggarakan oleh komunitas ataupun event-event tertentu. Yang menarik, terakhir dia mengikuti ultra-marathon dan bisa menyelesaikannya. Benar-benar salut gue.

Gue pikir olahraga ini benar-benar olahraga yang sederhana, mudah dilakukan dan punya dampak yang cukup signifikan. Di awal berlari dulu, mungkin baru sekitar 1 - 1.5 kilometer, tubuh gue sudah terasa lelah, sekarang alhamdulillah 4-5 kilometer lari ringan tanpa henti dengan waktu tempuh 30 - 40 menit sudah bisa dicapai. Manfaat yang bisa gue rasakan antara lain : tubuh rasanya lebih fit, kalo tubuh kena flu, waktu penyembuhannya relatif lebih singkat sekitar 2-4 hari, tentunya dengan tambahan waktu beristirahat. Selain itu, semangat juga bisa lebih terjaga. Secara keseluruhan, dampak olahraga ini terasa positif.

Tapi ada yang membedakan lari saat ini dengan lari ketika gue kecil dulu. Yaitu kualitas kebahagiaan ketika berlari. Ini yang gue rasakan, ketika kecil dulu ketika balapan lari, bermain benteng, mengejar layangan putus, atau sekedar berlari cepat, ada perasaan berdebar yang sangat membahagiakan, nafas & degup jantung terasa cepat. Ingin menjadi nomor satu, ingin mendapatkan layangan, ingin menang dalam bermain. Pada saat-saat tertentu segala sesuatunya jadi terlupakan, semisal ketika menerjang belukar berduri, ketika kaki terkena pecahan kaca kecil ataupun luka karena benda-benda lainnya. Yang ada di pikiran saat itu adalah mencapai tujuan. Rasa sakit ataupun nyeri biasanya tidak terasa. Baru setelahnya, ketika moment tersebut sudah selesai, penderitaan dimulai. Dan biasanya hal ini tidak berlangsung lama, ketika sudah merasa sedikit baikan, di hari-hari berikutnya hal tersebut berulang lagi.

Saat ini, jika sedang berlari, yang gue pikirkan adalah bagaimana menjaga konsistensi kecepatan supaya tenaga cukup sampai tujuan. Mungkin satu-satunya hal yang bisa memberikan sensasi berbeda dalam berlari adalah musik yang gue dengarkan ketika berlari. Entah reggae, pop, rock ataupun klasik. Semuanya memberikan sensasi tersendiri.

Yang tidak menyenangkan, gue makin merasa bahwa kualitas udara di sekitar kampung tempat tinggal gue semakin buruk. Kalau berlari pukul 5.30 am saja bisa dipastikan sudah banyak asap kendaraan bermotor, karena jalan kecil yang berada di kampung ini digunakan sebagai jalan alternatif bagi pengendara kendaraan bermotor yang menuju tempat kerjanya di Jakarta. Dan yang pasti jumlahnya semakin hari semakin bertambah banyak. Jadi jika ingin mendapatkan waktu 30 menit dengan kualitas udara yang sedikit lebih baik, setidaknya harus mulai lari jam 05.00 am.

Terlepas dari hal yang tidak menyenangkan tersebut, kembali kepada gue sendiri untuk berdisiplin dan mengatur waktu dengan sebaik-baiknya, alih-alih menyalahkan keadaan. Oh ya, gue sertakan lagu yang beberapa waktu belakangan ini sering gue dengarkan ketika berlari. Apalagi kalau larinya di antara rimbunan pohon, pemandangan hijau dan udara segar (seperti di UI Depok), sensasi yang tercipta adalah "berlari dalam kemegahan" *halah*.



Sunday, March 27, 2011

Langit


langit biru, jingga & hitam berbintang
meluaskan hati yang sempit
menenangkan gemuruh jiwa
memukau dengan segala keanggunannya

Sunday, March 20, 2011

Berita TV

Dalam satu minggu ini, waktu yang gue luangkan untuk menonton TV lebih banyak daripada minggu lainnya. Karena gue ingin mendapatkan informasi terupdate terkait dengan adanya bencana tsunami yang terjadi di Jepang. Dan kesimpulan yang didapat adalah, harus semakin selektif dalam memilih berita. Walaupun melihat acara berita jauh lebih berkualitas daripada acara humor slapstik, sinetron, reality show, ataupun musik ABG, tetap saja, gue pikir berita yang disampaikan oleh stasiun TV tertentu setara dengan berita gosip.

Pemberitaan yang disiarkan tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Fakta yang ada terlalu dilebih-lebihkan dengan tujuan menaikkan rating acara. Sekedar mencari keuntungan, materialis dan sepertinya tidak punya tanggung jawab moral terhadap pemirsanya. Dan sayangnnya pembawa acara yang memandu pemberitaan atau wawancara juga gue lihat ngga lebih seperti penjual obat yang sekedar asal ramai dan heboh. Materi pertanyaan dan respon yang disampaikan tidak berkualitas. Sampe mikir bahwa mereka direkrut cuma karena modal penampilan saja.

Untuk selanjutnya, solusi yang bisa dilakukan adalah memanfaatkan media lain sebagai sumber informasi. Dan tetap harus disaring, dicek dan dibandingkan dengan sumber berita lain.

Sunday, March 13, 2011

Lempeng Benua

Keberadaan negara-negara yang berada di pertemuan lempeng dunia memang rentan terjadi gempa tektonik karena pergerakan lempeng benua tersebut. Gue merasa kurang sreg kalo ada yang menghubung-hubungkan kejadian alam seperti ini dengan maksiat-dosa-atau apalah para penduduknya. Karena memang keadaan alamnya seperti itu. Dan yang lebih dibutuhkan oleh manusia yang tinggal di atas gugusan pertemuan lempeng tersebut adalah kemampuannya untuk beradaptasi dengan alam.

Bahkan banyak manusia yang tidak sadar bahwa mereka membuat bencana sendiri karena tidak belajar menghormati alam. Perilaku serakah, bodoh, tidak mau belajar dan peduli akan kelestarian dan keseimbangan alam pada saatnya nanti akan membinasakan manusia itu sendiri. Jumlah manusia bertambah, sumber daya alam berkurang, pencemaran & kerusakan bertambah, daya dukung bumi makin menurun. Manusia menciptakan kebinasaannya sendiri. Satu saat nanti mungkin pohon, air bersih, tanah, udara bersih, bahan tambang akan jadi barang mahal.

referensi : http://en.wikipedia.org/wiki/Plate_tectonics

Thursday, February 03, 2011

Ramahnya Jakarta

Kemarin, merupakan salah satu waktu terbaik bagi gue untuk mendapatkan bus transjakarta yang menuju ragunan pada jam pulang kerja. 1.5 jam!, itupun masuknya dipaksa sambil berdesakan.

Ditambah insiden kecil antara penumpang yang berakhir pada tindakan perkelahian. Jakarta benar-benar "ramah", segenap manusia bercampur baur di kota ini, dengan tujuan, sudut pandang, ego masing-masing. Dengan perlahan tapi pasti, Jakarta bisa merubah semuanya. Bisa menjadikan manusia yang tinggal di dalamnya tak lebih dari orang bar-bar.

Terlalu berlebihan mungkin, tapi gue sedang membayangkan alur kemarahan yang berujung pada perkelahian tersebut. Seperti ini, perusahaan merugi, pemegang saham menumpahkan kemarahan pada direktur, direktur menumpahkan kemarahan pada manager, lalu dilanjutkan kemarahannya pada staf, lalu berlanjut ke bawahan lagi hingga mentok ke karyawan level kroco. Akhirnya karyawan tersebut melampiaskan kemarahannya pada apapun yang bisa ditemuinya karena dia merasa memiliki hak untuk marah dengan berbagai alasan.

Mudah-mudahan gue bisa tetap sadar jadi manusia.

Wednesday, January 26, 2011

Homunculus Desire

i want to learn everything about this world!
i want to live freely in this vast world without being bound by anyone!
i want to become a perfect being

what's wrong with that?!
what's wrong with desiring it?!
what's wrong with wishing for it?!

Monday, January 10, 2011

Tahun Baru 2011

Gue, salah satu dari jutaan orang yang merasa bahwa waktu berjalan luar biasa cepat. Cuma beberapa tulisan dalam blog ini yang ditulis mulai bulan Januari 2010. Ternyata sekarang sudah Januari 2011. Begitu banyak hal yang terjadi. Tapi cuma sedikit yang bisa diingat. ya ampun

Sunday, August 22, 2010

Up in the Air

Salah satu film yang menurut saya bagus. Film dengan tema drama yang menggambarkan kehidupan seorang staff perusahaan yang mengharuskan bepergian dari satu tempat ke tempat lainnya untuk menjalankan tugasnya sebagai pemecat pekerja.

Kehidupan yang dijalani oleh tokoh utama :Ryan Bingham penuh dengan kebebasan, menyukai kehidupan bepergian, penikmat kesendirian dan jarang bertemu dengan keluarga. Cara berpikir yang dimilikinya terhadap kehidupan berkeluarga menjadikan dirinya seorang yang anti untuk memiliki pasangan hidup. Karena dalam pandangannya, menjalani kehidupan dengan pasangan maupun keluarga sama sekali tidak berarti, karena pada akhirnya ia akan sendiri.

Hingga pada suatu saat ia bertemu dengan Alex Goran dan Natalie Keener. Dua orang yang memasuki kehidupan pribadi dan karirnya. Berbagai hal yang dialami oleh Ryan dengan kedua orang tersebut memberikan pengaruh terhadap pandangannya selama ini. Pada titik tertentu, Ryan tersadar akan kehidupan yang selama ini dijalaninya dan mencoba untuk merubahnya. Walaupun pada akhirnya impian yang diharapkannya tidak terwujud.

Film ini sedikit memberikan pencerahan pada saya. Berbagai hal yang terjadi bisa memberikan pemahaman terhadap komponen penyusun manusia. Bahwa manusia selain terdiri dari fisik, ia juga dibekali dengan akal dan rasa. Baik akal dan rasa bisa menuntun seseorang pada sebuah keputusan dan tindakan. Kedua hal tersebut bisa bersatu padu namun bisa juga bertolak belakang.

Selain itu, film ini juga mengingatkan saya tentang keterkaitan usaha dan hasil. Bahwa tidak selamanya, apa yang kita inginkan --bahkan yang kita pandang untuk menuju sebuah kebaikan-- lalu kita usahakan dengan sebaik-baiknya akan dapat terwujud. Karena pada akhirnya semua akan kembali kepada yang maha pembuat keputusan.

Referensi :

Up in the Air

Monday, August 16, 2010

Supir Taksi

Malam ini saya kembali menggunakan taksi sebagai sarana transportasi untuk menuju rumah. Selain lokasi yang cukup sulit untuk mendapatkan angkutan umum jika sudah larut malam, saya juga ingin sedikit menikmati suasana santai di malam hari sambil sedikit bernostalgia.

Taksi yang saya tumpangi malam ini adalah mobil sedan baru, ketika saya tanyakan kepada Pak Supir, dia menjawab "memang baru mas, baru satu bulan" jawabnya. Untuk mengusir kepenatan akhirnya saya mencoba untuk memulai pembicaraan --sesuatu hal yang sangat jarang saya lakukan--, pembicaraan yang saya lakukan juga pembicaraan hapalan yang telah berkali-kali saya latih ketika transportasi taksi sering saya gunakan ketika bekerja di daerah Tangerang. Ketika itu rute yang sering saya lewati adalah karawaci - BSD - TB. Simatupang - Ciracas dan Tempat tinggal - Bandara Soeta.

Dengan jarak yang cukup jauh serta perjalanan malam hari yang cukup panjang, kemampuan mengobrol benar-benar diperlukan guna menjaga agar Pak Supir tetap terjaga ketika mengemudikan taksi. Berdasarkan pengalaman, beberapa kali taksi yang saya tumpangi sepertinya tidak terkontrol karena Pak Supir yang kelelahan dan mengatuk ketika mengemudi karena suasana yang sunyi senyap.

Obrolan malam ini seputar kehidupan mengemudi yang dijalani oleh Pak Supir. Mobil baru yang saya tumpangi malam ini adalah hasil jerih payah Pak Supir. Ia telah memberikan uang muka sebesar Rp.8.000.000, dalam 6 tahun ke depan mobil tersebut bisa dimilikinya dengan syarat ia memberikan setoran per hari sebesar Rp.285.000. Untuk memenuhi persayarat tersebut beberapa kali ia menekankan tentang keharusannya untuk bekerja keras. Ia bekerja dari pagi hari hingga pukul 1 dini hari, penghasilan yang didapat per hari berkisar antara Rp.100 K - 200 K walaupun kadang ia harus menanggung kerugian jika sepi penumpang. Ia merasa sangat bersyukur atas apa yang didapatkannya saat ini.

Lalu, kemarin saya melihat sebuah foto seorang buruh kasar yang bekerja di sebuah kapal tongkang. Dengan wajah lelah serta pakaian lusuh ia duduk di antara drum-drum minyak dengan warna hitam pekat serasi antara tubuh dan sekitarnya. Di foto tersebut tertulis, inilah wajah pekerja untuk modernisasi Cina, mereka tidak banyak bicara, bekerja keras dan pekerjaan terselesaikan dengan baik. Mereka pulang dalam keadaan kelelahan, kotor dan masih berada dalam keadaan miskin. Begitu juga untuk para petani, mereka pergi di pagi hari, melakukan pekerjaan keseharian yang melelahkan, kembali pulang pada sore hari dan tidak membicarakannya. Yang perlu dilakukan adalah makan dan beristirahat untuk kembali memulai hari esok.

Kemudian membanding-bandingkan dengan kehidupan super nyaman yang saya jalani selama ini, sama sekali tidak sebanding. Di belahan bumi yang lain orang bekerja setiap saat hingga melupakan arti rasa kejenuhan. Di belahan bumi yang lain, ketika malam hari tiba orang berpikir bagaimana untuk tetap bernyawa hingga besok pagi. Di belahan bumi yang lain orang berpikir apa yang akan saya lakukan supaya bisa tetap bertahan hidup.

Sepertinya saya masih harus banyak belajar dari orang-orang tersebut untuk membungkam rengekkan serta keluh kesah diri yang manja.

Thursday, March 11, 2010

Orientasi

Sampai kehilangan orientasi mengapa harus pulang kecuali untuk tidur, kalo pada akhirnya sesampainya di rumah masih buka file-file pekerjaan juga :D

Friday, January 01, 2010

Tahun Baru 2010

Menyambut tahun baru hampir selalu diwarnai dengan keramaian dan kemeriahan. Gue sedang membayangkan, berapa ton kembang api yang terbakar di malam pergantian tahun, berapa besar sumbangan sampah karbon di udara, berapa watt listrik yang digunakan untuk acara-acara perayaan, berapa liter bahan bakar yang digunakan oleh kendaraan bermotor yang lalu lalang sepanjang malam pergantian tahun. Harga mahal untuk sebuah momen.

Di sisi lain, kegiatan menyambut tahun baru mendatangkan keuntungan bagai para pedagang dan penyedia jasa, keramaian identik dengan meningkatnya pendapatan mereka. Seperti diberitakan di TV, untuk para penyedia jasa angkut perahu di Ancol, mereka bisa mendapatkan hasil 8 kali lebih banyak dibandingkan hari libur biasa. Begitu juga untuk para pedagang kecil yang menjual makanan, minuman dan pernak-pernik tahun baru, sepanjang sore menjelang tahun baru, gue melihat banyak sekali yang berada di sepanjang jalan untuk menjajakkan dagangannya.

Hal lain lagi, ternyata perubahan satu dijit pada bilangan tahun sangat berpengaruh bagi banyak orang untuk membuat resolusi, serta berusaha untuk menjadi lebih baik daripada tahun sebelumnya. Menarik.

Salam.

Monday, August 03, 2009

Quote of the day


"The wise man in the storm prays to God, not for safety from danger, but deliverance from fear."


~ Ralph Waldo Emerson

Thursday, May 07, 2009

Menyusut

Seharusnya pagi ini seperti biasa, tapi tadi lain, ketika bepergian menggunakan bus umum. Kp. Rambutan - Kota (Patas 10, warna putih), aku duduk di kursi bagian belakang yang kosong, tidak membaca buku, koran ataupun mendengarkan musik. Tapi tidur. Ketika bangun, aku terkejut, entah berada dimana, kulihat lahan lapang berwarna biru, atap luas dengan pola, angin bertiup panas sepoi. Segera tersadar, duh! sepertinya bentuk-bentuk tersebut sering kulihat, hanya saja dalam bentuk yang sangat besar, kursi, langit-langit, saluran pendingin udara, tirai, semua ada dalam bus kota. Kusadari, ternyata tubuhku menyusut. Mata kupejamkan, ingin tidur lagi, berharap hanya mimpi. Tidur. Bangun. Ternyata masih sama, artinya aku terjebak dalam mimpi. Asik.

Friday, March 13, 2009

Sore Hari di Lombok

Awalnya mau cari matahari tenggelam, sedikit kecewa karena kondisi langitnya berawan. Akhirnya dapat gambar di bawah, dan ternyata komposisi warna langitnya bagus !!. Ya, mudah-mudahan jiwa gue tidak akan pernah lelah, lupa ataupun bosan untuk mendapatkan dan menikmati hal seperti ini, sampai kapanpun (apa coba.. :P). Selamat berakhir pekan semua :D


Ampenan - Lombok



Lembar - Lombok